Share

Gondol Rp300 Juta, WN Estonia Ditangkap Polisi Kasus Skimming

Erfan Maaruf, iNews · Senin 27 Juni 2022 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 338 2619273 gondol-rp300-juta-wn-estonia-ditangkap-polisi-kasus-skimming-TQWDSnjv48.jpg Ilustrasi/ Foto: The Standart

JAKARTA - Polda Metro Jaya menangkap seorang warga negara (WN) Estonia berinisial SP (24) yang melakukan skimming di wilayah Cengkareng dan Kalideres, Jakarta Barat. Pelaku itu ditangkap setelah meraup uang milik sejumlah nasabah bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia pada Juni 2022.

 BACA JUGA:Pencurian Kotak Amal di Bogor Terekam CCTV, Begini Aksi Pelaku

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, kasus skimming ini terjadi pada Juni 2022 di wilayah Cengkareng dan Kalideres, Jakarta Barat. Korban dalam kasus ini adalah Bank BUMN.

"Ditemukan di beberapa mesin ATM milik korban dalam hal ini Bank BUMN tersebut. Hal ini kemudian dilaporkan ke kepolisian," kata Zulpan, Senin (27/6/2022).

Kejadian bermula saat Bank BUMN menerima aduan dari nasabah terkait hilangnya sejumlah uang pada Juni 2022 salah satunya berjumlah Rp 300 juta. Pihak bank kemudian melakukan penelusuran secara internal dan mendapatkan adanya data transaksi terkait dengan hilangnya uang nasabah tersebut.

 BACA JUGA:Diduga Hilang Kendali, Mobil Boks Terguling di Tanjung Priok

"Pihak bank melakukan pendataan korban, kemudian dilakukan penyelidikan dan menemukan bahwa transaksi terhadap hilangnya uang itu," jelasnya.

Penyidik melakukan penyelidikan dan mendapatkan identitas SP selaku pihak yang melakukan transaksi dengan uang milik nasabah tersebut.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa SP mentransfer uang milik nasabah Bank BUMN yang hilang itu ke seseorang yang berada di Estonia.

 BACA JUGA:Partai Perindo di Jateng Diminta Bekerja dengan Akal Sehat Demi Kesejahteraan Masyarakat

"Ini adalah orang yang memberikan instruksi kepada pelaku dalam melakukan aksinya. DPO ini juga warga negara asing posisi tidak di Indonesia. Berkomunikasi melalui Telegram," ungkap Zulpan.

Kini, penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan SP sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 30 Juncto Pasal 46 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Kemudian pelaku kami kenakan juga Pasal 3, 4 dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang," tutur Zulpan.

Zulpan menambahkan bahwa penyidik sudah mendapatkan identitas dari pelaku lain yang menerima uang kiriman SP dan memasukkannya dalam daftar pencarian orang.

"Rekan SP yang memberikan instruksi dan menerima uang itu saat ini kami tetapkan DPO. Nanti kerjasama dengan instansi lainnya, dengan interpol," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini