Share

Polda Metro: Perubahan Nama Jalan di STNK Dilakukan saat Bayar Pajak Lima Tahunan

Erfan Maaruf, iNews · Selasa 28 Juni 2022 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 338 2619497 polda-metro-perubahan-nama-jalan-di-stnk-dilakukan-saat-bayar-pajak-lima-tahunan-G8QwNDH5H8.jpg Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo (foto: MNC Portal)

JAKARTA - Perubahan nama jalan di sejumlah wilayah DKI Jakarta ternyata berdampak pada perubahan alamat di kartu tanda penduduk (KTP) hingga surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menegaskan bahwa pihaknya tidak memaksa pemilik kendaraan langsung mengganti alamat rumah dengan nama jalan yang baru.

"Kita akan upaya supaya perubahan nama jalan tidak menimbulkan dampak ke pembiayaan," kata Sambodo saat dikonfirmasi Selasa (28/6/2022).

Menurutnya, pemilik kendaraan bisa melakukan perubahan nama jalan di STNK ketika membayar pajak lima tahunan. Nantinya akan ada perubahan data alamat ketika pembayaran pajak sekaligus perpanjangan pajak pelat nomor.

Baca juga: Anies Bilang Pergantian Nama Dokumen Imbas Nama Jalan Baru Tak Usah Buru-Buru

Sambodo meminta kepada masyarakat tidak perlu khawatir dengan perubahan nama yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Kecuali dalam pembayaran 5 tahun dia perlu ganti STNK pada saat itu lah diganti alamatnya sesuai alamat yang ini (perubahan nama jalan)," tegasnya.

Baca juga: BPN DKI Jakarta: Pergantian Nama Jalan di Sertifikat Tanah Tak Dikenakan Biaya

Sebelumnya, Kepala Korlantas Mabes Polri, Irjen Pol Firman Santyabudi mengungkapkan masyarakat tidak diwajibkan langsung mengganti surat-surat berlalu lintas terkait perubahan nama jalan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Masyarakat yang terkena dampak tidak diwajibkan untuk mengganti STNK, namun data perubahan nama jalan yang akan kami sesuaikan,” kata Firman di Balai Kota, Senin (27/6/2022).

Nantinya masyarakat bisa mengurus pergantian data dokumen pada surat-surat tersebut terkait perubahan nama jalan ketika masa berlakunya habis supaya tertib administrasi.

“Setelah tahun kelima, ketika masa STNK kendaraan telah habis, baru akan dilakukan penggantian PNBP yang berlaku seperti sekarang (prosesnya akan bertahap),” kata Firman.

Baca juga: Kakorlantas: Masyarakat Terdampak Perubahan Nama Jalan di Jakarta Tak Wajib Ganti STNK

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini