Share

Cegah PMK, Ratusan Ekor Sapi Perah di Kota Bogor Mulai Divaksin

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Rabu 29 Juni 2022 00:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 338 2619993 cegah-pmk-ratusan-ekor-sapi-perah-di-kota-bogor-mulai-divaksin-1uDJ8M99Tk.JPG Vaksinasi PMK di Kota Bogor (Foto MPI)

BOGOR - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bogor mulai melakukan vaksinasi kepada ratusan ekor sapi perah di wilayah Kota Bogor. Sapi yang divaksin merupakan sapi yang sehat agar kebal dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Sapi yang disasar untuk vaksin adalah sapi sehat. Kami upayakan khusus untuk sapi perah, mengingat jika terpapar PMK ruginya dua kali, pertama membuat sapi sakit dan kedua tidak bisa memproduksi susu secara optimal," kata Kepala DKPP Kota Bogor, Anas S. Rasmana kepada wartawan, Selasa (28/6/2022).

Anas menambahkan, Kota Bogor mendapat jatah sebanyak 10 botol vaksinasi dosis pertama. Jumlah itu bisa digunakan maksimal kepada 1.000 sapi.

"Tapi kita hitungkan 800-900 ekor (divaksin) hari ini. Tentunya (divaksin) supaya sapi yang belum kena tidak kena, supaya memiliki imun. Ada dosis duanya, setelah 4 minggu ada dosis kedua," jelasnya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, total terdapat sekitar 2.300 ekor sapi di Kota Bogor. Dari junlah tersebut, tidak semuanya akan divaksinasi karena terdapat aturan khusus sapi yang akan divaksin.

"Karena gini, sapi yang sudah kena tidak kita vaksin dan sapi yang dalam lingkungan sudah kena walaupun tidak kena (positif) itu tidak prioritas untuk divaksin karena kemungkian sudah kena tapi punya kekebalan. Kalau untuk (jumlah sapi PMK), terakhir saya dilaporkan sapi yang sakit bergejala itu sekiar 90 ekor se-Kota Bogor, yang sembuh dari sakit sekitar 100 ekor lagi di luar dar 90 ekor itu," ungkapnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sementara itu, Kabid Peternakan pada DKPP Kota Bogor Anizar menyebutkan sapi yang bisa divaksinasi yang berusia di atas dua bulan. Nantinya imunitas sapi akan terbentuk selama enam bulan.

"Jika sudah sakit kita tidak vaksin. Dia sembuh baru kita bisa vaksinasi setelah enam bulan," ucap Anizar.

Dijelakannya, vaksin yang diberikan kepada sapi ini bukan untuk sapi yang akan dipotong pada Hari Raya Idul Adha. Karena, sementara ini vaksin diutamakan bagi sapi yang masa hidupnya panjang.

"Kan itu (sapi untuk Idul Adha) mau dipotong. Makanya ini kan dia (pemilik) budidaya sapi atau sapi perah masa hidupnya panjang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini