Share

Yohanes Jahja Terdakwa Kasus Penipuan Sekolah Unggulan Indonesia Dituntut 9 Bulan Penjara

Tim Okezone, Okezone · Rabu 29 Juni 2022 09:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 338 2620144 yohanes-jahja-terdakwa-kasus-penipuan-sekolah-unggulan-indonesia-dituntut-9-bulan-penjara-jbZ0miQwnO.jpg Ilustrasi awas penipuan (Foto: Okezone)

TANGERANG - Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembangunan sekolah di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Yohanes Jahja, yang merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Unggulan Indonesia dituntut 9 bulan penjara.

Hal ini disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada Selasa (28/6/2022).

“Menyatakan terdakwa Yohanes Jahja oleh karena itu dengan pidana penjara selama 9 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” ujar Jaksa Fungsional Kejari Tangerang Selatan, Agra di sidang tuntutan, Selasa.

Baca juga: Catut Nama Wakapolres Jakbar, 2 Napi Ini Tipu Sejumlah Pengusaha

Dijelaskannya bahwa tuntutan ini memperhatikan ketentuan perundang-undangan Pasal 372 KUHP yang berbunyi Barangsiapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tanganya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun.

 Baca juga: Segera Disidang, Polri Limpahkan Tersangka Kasus Obat Ilegal ke Jaksa

Terdakwa yang tak ditemani kuasa hukum lantaran berhalangan hadir karena sakit itu pada saat sidang pun tampak tak memberi tanggapan.

Selanjutnya, sidang pun ditunda sampai 1 minggu kedepan dan kembali digelar pada Selasa, Juli 2022 mendatang dengan agenda pembacaan pledoi dari pihak terdakwa.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Di sisi lain, Khoe Harun Kurniawan selaku pihak pelapor mengaku kecewa mengetahui hal ini.

“Saya juga nggak ngerti ya, setelah fakta berupa data yang sudah saya berikan dan apa yang sudah dijelasin di sidang, ya mengikuti proses hukum yang berlaku saja di negeri kita,” ujarnya saat ditemui seusai sidang di PN Tangerang.

Kendati demikian, Khoe Harun mengaku masih akan terus menuntut keadilan dengan meminta pendapat yang mengerti perihal hukum untuk langkah selanjutnya.

“Nanti saya kordinasi dengan teman-teman yang ngasih advice (saran) ke saya yang lebih paham soal ini,” paparnya.

Sebelumnya diketahui, Yohanes Jahja dilaporkan oleh salah satu rekanannya Khoe Harun Kurniawan ke Polres Tangerang Selatan.

Dalam laporannya, Khoe Harun mengaku telah dirugikan oleh Yohanes Jahja hingga mencapai lebih dari Rp1,6 miliar.

Namun dalam perkembangannya, beberapa investor termasuk Khoe Harun menemukan sejumlah dugaan penyimpangan. Misalnya, kualitas gedung yang tidak sesuai rencana, adanya tunggakan pembayaran termasuk kepada supplier bahan-bahan bangunan hingga tunggakan kepada penyedia buku-buku pelajaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini