Share

Ini Alasan Pemkab Tangerang Tutup Holywings

Isty Maulidya, Okezone · Rabu 29 Juni 2022 14:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 338 2620374 ini-alasan-pemkab-tangerang-tutup-holywings-Xy8CwPkz1T.jpg Holywings di Tangerang ditutup (foto: MPI/Isty)

TANGERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memutuskan untuk menutup tiga outlet Holywings yang beroperasi di wilayahnya. Diakuinya karena hal ini dilakukan karena sudah terjadinya kegaduhan di masyarakat.

Sekda Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menuturkan bahwa pihaknya sudah menerima begitu banyak pesan dari masyarakat terkait operasional beberapa outlet Holywings di Kabupaten Tangerang itu.

“Ini kami melihatnya sudah menjadi kegaduhan, ada beberapa orang yang WA kepada saya bagaimana itu upaya pemerintah daerah terhadap Holywings di Kabupaten Tangerang, ada masyarakat yang WA itu ke saya,” paparnya kepada awak media, Rabu (29/6/2022).

 BACA JUGA:Holywings Tangerang Ditutup Permanen, Bupati: Boleh Buka Lagi asal Jadi Usaha Ayam Geprek!

Dari komponen tersebut, diakui Maesyal masyarakat meminta Bupati Tangerang untuk melakukan tindakan secepatnya.

“Yang menjadi dasar hukumnya tetap mengacu pada Perda 20 tahun 2004 tentang ketrentaman dan ketertiban umum. Jelas di Pasal 2 ayat 1 dilarang membuat keributan, keonaran sekitar tempat tinggal tempat usaha dan tempat lainnya, atau segala sesuatu yang mengganggu ketentraman orang lain,” tandasnya.

 BACA JUGA:Penampakan Holywings di Tangerang yang Disegel Petugas

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Alhasil, diakui Maesyal bahwa Bupati Tangerang dengan tegas memerintahkan jajarannya untuk melakukan penutupan secara permanen dan penyegelan dimulai sejak Rabu, 29 Juni 2022.

“Bupati sudah memberikan perintah kepada kami untuk menutup, menyegel, berdasarkan Perda No 20 tahun 2004 tentang Ketertiban dan ketertiban umum,”ujarnya.

Diketahui beberapa outlet Holywings yang ditutup yakni berada di kawasan Lippo (Karawaci), Gading Serpong di Jalan Boulevard Raya Gading Serpong dan di kawasan QBIG.

Sebagaimana diketahui, kasus Holywings sendiri bermula dari promosi miras gratis bagi orang bernama Muhammad dan Maria yang dibuat Holywings Indonesia berujung penetapan 6 orang sebagai tersangka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini