Share

Rapat dengan DPRD DKI, Holywings Minta Maaf

Bachtiar Rojab, MNC Media · Rabu 29 Juni 2022 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 338 2620452 rapat-dengan-dprd-dki-holywings-minta-maaf-sSCaSfTshJ.jpg Manajemen Holywings rapat dengan DPRD DKI (foto: MPI/Bachtiar)

JAKARTA - General Manager Project Company Holywings, Yuli Setiawan turut meminta maaf kepada masyarakat usai perusahaan tersebut telah membuat gonjang-ganjing di masyarakat terkait isu sara. Menurutnya, promosi nama Muhammad dan Maria tersebut, sama sekali tidak diketahui pihak Manajemen.

Yuli mengatakan, Ia meminta maaf kepada seluruh umat muslim dan kristiani yang telah tersinggung akibat promosi tersebut. Termasuk, kepada masyarakat maupun tokoh agama yang ikut dihebohkan dengan adanya isu tersebut.

"Kami minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia. Khususnya, kepada umat Islam dan Nasrani, maupun kepada seluruh umat beragama, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh kemasyarakatan dan organisasi-organisasi kemasyarakatan di Indonesia," ujar Yuli dalam rapat komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/6/2022).

 BACA JUGA:Berikut Penyebab 12 Gerai Holywings di Jakarta Ditutup

Lebih lanjut, Yuli menuturkan, pihak Manajemen tidak menyadari adanya kelalaian yang dilakukan anak buahnya. Sehingga, Ia sadar tindakan tersebut tidak terpuji hingga menyebabkan banyaknya kecamatan dari berbagai masyarakat.

"Bahwa kami menyadari apa yang telah dilakukan tim kreatif atau promosi dari HW dan tidak diketahui pihak manajemen HW adalah tindakan yang tidak terpuji dan tidak dibenarkan yang menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat Indonesia," ucapnya.

 BACA JUGA:Holywings Tangerang Ditutup Permanen, Bupati: Boleh Buka Lagi asal Jadi Usaha Ayam Geprek!

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Menurut Yuli, promosi tersebut sebenarnya telah berjalan selama tiga bulan. Dengan nama-nama yang kerap ditemukan di Indonesia. Sehingga, jika nama tersebut sama, pihak HW akan memberikan minuman gratis.

"Sudah berjalan selama 3 bulan dan satu minggu sekali dengan konsep nama nama yaitu seperti contoh nama Tomi dan Bima. Apabila nama tersebut sesuai dengan ID atau KTP datang ke HW akan dapat free minuman sesuai yang ada dalam materi promosi," tuturnya.

Seperti diketahui, Polisi terus mengembangkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Holywings . Bukti-bukti penguat dicari guna membidik kemungkinan tersangka lain yang memiliki jabatan lebih tinggi di Holywings.

"Kami mencari alat bukti lain yang akan menguatkan kami terhadap kasus ini sampai ke tingkat yang lebih tinggi daripada Direktur Kreatif," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Selasa (28/6/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini