Share

Korban Rudapaksa Oknum Ustaz di Depok Diduga Lebih dari Tiga Orang

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 30 Juni 2022 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 338 2620785 korban-pemerkosaan-oknum-ustaz-di-depok-diduga-lebih-dari-tiga-orang-2MzWdely1V.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Korban pemerkosaan oleh ustaz di Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadul Jannah, Depok diduga lebih dari tiga orang. Korban diduga masih ada dua orang santri lagi.

Kuasa Hukum Korban Megawati mengatakan, saat ini ada tiga korban yang telah melaporkan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh empat ustaz dan satu kakak kelas tersebut.

Sementara dua korban lagi masih dilakukan investigasi. "Potensi korban lain ada. Ada dua korban lain Insyallah akan diselidiki," kata Megawati, Rabu (30/6/2022).

Lebih lanjut Megawati mengatakan, dua orang diduga korban tersebut masih akan melakukan peninjauan di rumah. Pihaknya akan mendampingi korban untuk mengambil langkah selanjutnya.

"Besok dengan tim lawyer baru mau merapat ke rumah korban, kebetulan baru dapat alamatnya," jelasnya.

Tiga santri telah melaporkan peristiwa pemerkosaan yang dialami oleh empat ustadz dan satu kaka kelas. Ketiga berinial TR (10), APR (10), dan RNZA.

Baca juga: Dikenal Sering Ibadah dan Jadi Imam Masjid, Warga Terkejut AR Hamili Anak Kandungnya

Sementara lima orang terlapor tersebut di antaranya Ramadhan, Roni, Imran, Putra alias Acong, dan Ramadhan. Sejumlah pengajar ada yang telah keluar ada yang masih aktif mengajar.

Baca juga: Bejat! Ayah Rudapaksa Anak Tirinya, Korban Ditarik dan Dibekap

"(Pelaku) ada yang masih aktif dan ada yang sudah keluar. Empat pengajar satu siswa. Dua orang pengajar sudah tidak aktif. (Dua pengajar masih aktif) kebetulan yang siswa masih aktif," kata Megawati.

Tiga korban melaporkan ke Polda dengan tiga LP yang berbeda. Tiga LP tersebut di antaranya memiliki Nomor STTL/B/3082/VI/2022/PTSP/POLDA METRO JAYA. Nomor STTL/B/3083/VI/2022/PTSP/POLDA METRO JAYA. Nomor STTL/B/3082/VI/2022/PTSP/POLDA METRO JAYA.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Kemudian Polda para korban telah diperiksa dan dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Setiap korban mendapat 10 pertanyaan di ruang penyidik berbeda dengan pertanyaan seputar kronologis kejadiannya.

"Sekarang baru BAP korban, nanti akan naik ke penyidikan. Ini mau minta keterangan ke Ponpes sendiri. Mungkin polisi punya cara sendiri," pungkasnya.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Siswi SMP di Langkat, Korban Dirudapaksa Dua Kali saat Pingsan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini