Share

Saksi Sebut Irjen Napoleon Tampar dan Lumuri Kotoran ke M Kece

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 30 Juni 2022 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 338 2621280 saksi-sebut-irjen-napoleon-tampar-dan-lumuri-kotoran-ke-m-kece-2ulOGTLQDm.jpg Rekaman CCTV menampilkan penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M Kece di Rutan Bareskrim. (MNC Portal/Ari Sandita)

JAKARTA - Salah satu penghuni rutan Bareskrim Polri, Maulana Albert Wijaya, menjadi saksi dalam sidang dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M Kece di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (30/6/2022). Maulana bersaksi melihat Napoleon menampar Kece di dalam rutan.

"Dua kali (Napoleon) menggunakan tangan kanan mukul mari (pundak) dan tangan kiri ke pipi Kace," ujar Maulana di persidangan menjawab pertanyaan-pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kamis (30/6/2022).

Kesaksian itu dilontarkan Maulana saat diputarkan barang bukti rekaman CCTV yang menggambarkan detik-detik penganiayaan terhadap M Kece di kamar 11 rutan Bareskrim Polri dalam persidangan. Selain membenarkan peristiwa di rekaman CCTV itu, Maulana menyebut, dia saat itu dipanggil Harmeniko alias Choky alias Pak RT sebelum peristiwa penganiayaan itu terjadi.

"Kemudian saya dipanggil pak Choky (alias RT) untuk ikut. Saya disuruh pasang gorden. (Di dalam) Bapak, jenderal, Pak RT, Himawan," tuturnya.

Dalam rekaman CCTV, sejumlah tahanan mondar-mandir di depan kamar M Kece, bersamaan dengan Maulana serta Napoleon, Harmeniko alias Choky alias Pak RT, serta Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, dan Himawan Prasetyo yang masuk. Saat kejadian, Maulana mengaku berada di luar sebagaimana perintah Choky untuk mengawasi agar jangan sampai ada orang masuk.

Sembari bolak-bolak balik mengantar kopi dan teh, Maulana sempat bertanya ke Djafar terkait kantong plastik yang dibawanya. Pasalnya, dia diperintahkan untuk mengambil bungkusan tersebut oleh Napoleon.

"Tau isinya?" tanya JPU.

"Yang saya tahu dari saudara Djafar, tai isinya," jawab Maulana.

Maulana mengaku, mendengar jika Napoleon sempat teriak untuk meminta M Kece tutup mulut dan mata. Saat itulah, Napoleon melumuri kotoran yang dibawa dalam kantong plastik putih, dengan tangan kiri memegang kepala M. Kece, Napoleon melumuri kotoran ke wajah Kece dengan tangan kanannya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Maulana juga sempat melakukan reka adegan, ketika di dalam sel, Kece duduk bersila menghadap tembok, lantas dari belakangnya Napoleon langsung melumurinya dengan kotoran, diikuti pukulan dan tendangan dari Djafar dan Dedy.

"Setelah (melumuri kotoran) Jenderal ngasih kotoran ya, dia cuci tangan. Djafar, Dedy memukul mukanya dan mengambil kotoran, seinget saya Djafar dahulu baru Dedy," tutur Maulana.

Maulana yang menyaksikan peristiwa penganiayaan itu sempat mendengar ada teriakan yang mencoba melerai tindakan Djafar dan Dedy terhadap Kece. Namun, dia tak bisa memastikan apakah teriakan tersebut berasal dari Napoleon ataukah si Choky alias Pak RT.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini