Share

Keterisian RS Rujukan Covid di Jakarta Meningkat 14%, Pelonggaran Lepas Masker Dicabut

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 01 Juli 2022 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 01 338 2621984 keterisian-rs-rujukan-covid-di-jakarta-meningkat-14-pelonggaran-lepas-masker-dicabut-fgSVmNkGN3.jpg Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto: MNC Portal)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang positif Covid-19 di Ibu Kota. Dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang positif Covid, keterisian tempat tidur di RS rujukan Covid juga mengalami peningkatan hingga 14%.

Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyampaikan data perkembangan Corona di DKI terus mengalami peningkatan. Tercatat pada Kamis (30/6/2022) kemarin jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di DKI mencapai 1.255 orang.

"Kalau melihat datanya ini tempat tidur meningkat menjadi 14 persen dari 3.732 menjadi 504, yang terpakai 504 ya. Sementara ICU tersedia 621 terpakai 69, 11 persen," kata Riza Patria di Jakarta, Jumat (1/7/2022).

 BACA JUGA:Covid-19 Melonjak, Wapres: Pelonggaran Kita Tarik, Masker Harus Dipakai Lagi di Luar Ruangan!

Dia menyebut pemerintah Provinsi DKI terus melakukan peningkatan mulai dari laboratorium hingga tenaga kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus. Dia juga mengingatkan kepada warga Jakarta untuk slalu disiplin protokol kesehatan.

"Masyarakat lebih berhati-hati laksanakan prokes secara ketat, disiplin, patuh dan bertanggung jawab. Jadi memang ada peningkatan, pelonggaran terus, sekarang semua dibuka tapi harus diikuti disiplin masyarakat," kata Riza.

 BACA JUGA:Update Covid-19 di Indonesia Per 1 Juli 2022: Positif 6.090.509 Orang, 5.916.854 Sembuh dan 156.740 Meninggal

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sebelumnya, pemerintah memperbolehkan melepas masker jika berada di luar ruangan karena kasus melandai. Namun karena kasus Covid-19 terus mengalami lonjakan bahkan positif harian menyentuh angka 2.000-an kasus.

“Jadi pelonggaran itu kita tarik dulu, sampai nanti situasinya memungkinkan kita buka lagi,” tegas Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dikutip dari pernyataan resminya disela kunjungan kerja di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (1/7/2022).

Sementara itu, Wapres mengatakan pembatasan ataupun pelonggaran akan menyesuaikan level kasus Covid-19 di daerah masing-masing.

“Kita sudah punya ukuran-ukuran, di daerah-daerah itu ada levelnya, kemarin sudah di level 1 semua. Jadi kalau ada daerah yang naik, ya terpaksa dinaikkan levelnya, kemudian juga ada pembatasan-pembatasan sesuai dengan levelnya,” kata Wapres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini