Share

136 Rumah yang Kebakaran di Pasar Gembrong Direvitalisasi, Begini Konsepnya

Muhammad Farhan, MNC Portal · Minggu 03 Juli 2022 07:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 03 338 2622609 136-rumah-yang-kebakaran-di-pasar-gembrong-direvitalisasi-begini-konsepnya-W6X0LKjcJG.jpg Ratusan rumah di kawasan Pasar Gembrong kebakaran (Foto : MPI)

JAKARTA - Revitalisasi 136 rumah warga di kawasan Pasar Gembrong telah resmi dilakukan mulai Jumat 1 Juli 2022, sejak diresmikannya peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Pembangunan baru pemukiman yang disebabkan kebakaran hebat tersebut berlokasi di Pasar Gembrong, RW 01, Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur, menelan biaya hingga Rp7,8 miliar.

Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum Baznas Bazis DKI Jakarta, Nasir Tajang menjelaskan revitalisasi 136 unit rumah tersebut dikerjakan atas kerja sama Pemerintah Kota Jakarta Timur bersama Baznas Bazis DKI.

Rancangan konsep proyek Kampung Gembira Gembrong tersebut, lanjut Nasir, tiap rumah akan dibangun toilet pribadi daripada sebelumnya yang menggunakan toilet umum untuk mandi cuci kakus (MCK).

"Dulunya mereka buang air kecilnya di toilet umum sekarang setiap rumah dikasih toilet," ucap Nasir kepada wartawan, Minggu (3/7/2022).

Nasir mengungkapkan konsep masing-masing rumah yang hendak dibangun yakni dengan dua lantai dengan toilet di lantai dasarnya. Ia menyampaikan terkait tujuan rumah dibangun dua lantai sebagai upaya antisipasi terjadinya banjir lantaran kawasan tersebut berdekatan dengan aliran Kali Cipinang.

"Semuanya (dibangun) berlantai dua, jadi kita juga antisipasi banjir, makanya (dibangun) agak tinggi ke atas. Untuk tidur dan menaruh barang itu di lantai atas," kata Nasir.

Nasir mengungkapkan meski berdekatan dengan Sungai Ciliwung, jajarannya akan membangun rumah dengan jarak dengan bibir sungai sekitar lima meter. Hal ini dilakukan, menurut Nasir, agar pinggir sungai dapat digunakan untuk fasilitas warga yang lain.

"Kami mengikuti peraturan daerah bahwa bangunan dari muka sungai itu berjarak sekitar lima meter. Kemudian kami buat multifungsi. Jadi di pinggir sungai itu bisa buat lari, olahraga, dan kami juga akan siapkan fasilitas olahraga di situ," jelas Nasir.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Nasir juga membeberkan alasan 'Kampung Gembira Gembrong' mengusung konsep warna-warni. Dia mengatakan konsep Gembira juga menggambarkan banyaknya pedagang mainan di sana sehingga perlu diselaraskan dengan konsep warna-warni yang ceria.

"Memang konsepnya gembira. Jadi kami harapkan dengan mengangkat nilai-nilai sejarah, karena dulunya ini kan banyak pedagang mainan. Jadi supaya ada nilai sejarah bahwa dulunya itu mereka adalah pedagang mainan, makanya atapnya akan ada warna-warni," ungkap Nasir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini