Share

Tiga Ustadz dan Satu Santri Tersangka Pemerkosa Belasan Santriwati di Depok, Begini Kronologinya

Erfan Maaruf, iNews · Senin 04 Juli 2022 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 338 2623385 tiga-ustadz-dan-satu-santri-tersangka-pemerkosa-belasan-santriwati-di-depok-begini-kronologinya-rsED8PoAtr.jpg Ilustrasi: Freepik

JAKARTA – Tiga orang ustadz dan satu orang santri diamankan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap belasan santriwati di Pondok Pesantren kawasan Beji, Depok, Jawa Barat.

Empat tersangka tersebut diduga melakukan pencabulan dan memperkosa terhadap anak di bawah umur.

(Baca juga: Polisi Tetapkan Tiga Ustadz dan Satu Satri Senior Pelaku Pemerkosaan dan Pencabulan di Depok)

Kronologi insiden pemerkosaan terjadi ketika para korban dipanggil dan dimasukkan ke dalam ruangan. Tidak hanya sendiri setidaknya ada lima korban dalam satu ruang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan, penyidik Subit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah melakukan gelar perkara dan menetapkan empat orang sebagai tersangka. Dari empat tersangka dua orang melakukan pencabulan dan dua orang melakukan pemerkosaan.

"Dimana satu orang (ustadz) melakukan persetubuhan atau menyetubuhi anak di bawah umur. Kemudian dua orang (ustadz) ini melakukan pencabulan. Sedangkan satu orang lagi merupakan santri putra senior yang melakukan menyetubuhi dan mencabuli terhadap santri wanita di bawah umur," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Senin (4/7/2022).

Namun Zulpan tidak menjelaskan identitas empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara dan menaikan status kasus pencabulan tersebut ke tahap penyidikan.

"Kan sudah disampaikan tadi, sudah naik sidik dan empat jadi tersangka," jelasnya.

Dari keempat tersangka itu, dikatakannya, tiga orang merupakan ustadz sekaligus pengajar di pondok pesantren tersebut. Sedangkan satu tersangka lainnya merupakan seorang santri laki-laki senior atau kakak kelas daripada korban.

"Sampai dengan hari ini tiga orang ustadz atau guru ngaji di Ponpes tersebut (yang ditetapkan tersangka). Kemudian satu orang lagi merupakan santri putra senior," sambungnya.

Penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya hingga kini masih melakukan pengembangan di lapangan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Nanti akan disampaikan lebih detailnya. Yang jelas penyidik masih terus bekerja di lapangan," pungkasnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sebelumnya, belasan santriwati di pondok pesantren yatim piatu kawasan Beji, Depok, Jawa Barat menjadi korban pencabulan dan pemerkosaan oleh ustaz dan kakak kelasnya.

Kuasa hukum korban, Megawati, mengatakan bahwa terdapat 11 santriwati yang diduga menjadi korban pencabulan. Namun, baru lima orang yang berani melaporkan kejadian tersebut.

"Dari 11 orang yang dilecehkan, yang berani untuk speak up hanya lima orang, tapi yang sekarang diperiksa oleh penyidik baru tiga orang," ujar Megawati kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (29/6/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini