Share

Keluarga Pelaku Pembuang Bayi di Sungai Ciliwung Terancam Diusir dari Rusun Tempat Tinggalnya

Muhammad Farhan, MNC Portal · Senin 04 Juli 2022 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 338 2623406 keluarga-pelaku-pembuang-bayi-di-sungai-ciliwung-terancam-diusir-dari-rusun-tempat-tinggalnya-tQPrOfrLml.jpg Ayah pelaku saay menjelaskan terkait pengusirannya/ Foto: Muhammad Farhan

JAKARTA - Keluarga pelaku pembuang bayi Perempuan hidup di Sungai Ciliwung terancam terusir dari Rumah Susun Jatinegara Barat, Jakarta Timur. AM (50) beserta istri dan cucunya yang hampir dibuang oleh anaknya, terancam diusir dari rusun yang telah mereka tinggali selama 7 tahun.

 BACA JUGA:Ternyata Inflasi RI 4,35% Lebih Baik, di Negara Lain Cetak Rekor hingga 73%

AM mengungkapkan dirinya hendak diusir oleh pihak Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) melalui surat edaran yang ditujukan untuk dirinya. Surat tersebut bernomor 3915/RR.02.01 mengenai Pemutusan Perjanjian Sewa Menyewa Unit Hunian, dikirim pada 27 Juni 2022.

"Dinyatakan di surat tadi bahwa saya harus dikeluarkan dan SP (Surat Perjanjian) sewa saya pun sudah tidak berlaku lagi di masa waktu yang tidak ditentukan," ungkap AM kepada wartawan, Senin (4/7/2022).

Berdasarkan surat edaran itu, AM beserta istri, anak dan cucunya mesti mengosongkan rusun yang ditempatinya paling lambat tanggal 15 Juli 2022. AM menilai pihak UPRS rusun tersebut mengirim surat pemutusan perjanjian sewa menyewa hunian diduga terkait kasus yang dialami oleh anak AM berinisial MS (19).

 BACA JUGA:Gawat! 56 Persen Remaja Bawah Umur di Kota Bandung Pernah Lakukan Hubungan Intim

"Ini saya sampaikan (ke pengelola rusun), kenapa tetap bersikeras ingin mengeluarkan saya, sedangkan saya ini kan tidak melakukan kesalahan. Lagipula anak saya sudah punya KTP (kartu tanda penduduk), sudah bisa mempertanggungjawabkan (perbuatannya) secara personal. Jangan orangtuanya yang enggak salah,” ujar AM.

AM menjelaskan ia dan istrinya sedang mengurus bayi perempuan yang kini menjadi cucunya. Dia pun mengungkapkan kenapa pihak UPRS tidak bisa berempati kepada cucunya yang masih bayi tersebut.

"Ini bayi kan dibuang ke kali dan sekarang saya dan istri merawatnya, sebagai kakek dan neneknya. Kok sekarang kami malah diusir?" ucap AM.

Diketahui MS merupakan seorang mahasiswi tersangka pembuangan bayi perempuan, darah dagingnya sendiri, di pinnggir Sungai Ciliwung, Jalan Inspeksi Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (1/6/2022) dini hari kemarin.

Follow Berita Okezone di Google News

Kemudian, AM mengatakan kini anaknya, MS juga sedang diproses secara hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya membuang bayinya sendiri.

"Anak saya juga kini ditahan di Mapolres Metro Jakarta Timur dan sedang dalam proses menuju agenda persidangan," terang AM.

 BACA JUGA:Anies Bilang Jakarta Hadirkan Wajah Baru, Pikat Banyak Warga Termasuk dari Citayam

AM yang kini tinggal bersama istri, anak keduanya yang duduk dibangku kelas 3 SD, dan cucunya yang merupakan bayi gagal dibuang oleh MS berusia satu bulan, berharap agar pihak UPRS melahirkan kebijakan yang lebih solutif.

Hal ini dikarenakan dia dan keluarganya juga merupakan merupakan warga program relokasi akibat penggusuran di wilayah Kampung Pulo, Jakarta Timur tahun 2015 silam.

"Kami ini kan warga yang terprogram, warga yang direlokasi ke sini (rusun), jadi ini pun bukan permintaan dari kami, ini permintaan dari pemerintah. Kami tidak ada pilihan, mesti tinggal di sini," tutur AM.

 BACA JUGA:Wow, Holywings Digugat Rp35,5 Triliun, Uangnya Akan Dipakai Bangun Rumah Ibadah

Untuk itu, dirinya bersikeras untuk meminta kebijakan yang solutif agar pihak UPRS mempertimbangkan kondisi yang sedang dialami keluarganya tersebut.

"Jangan membuat kebijakan yang malah memberatkan kami yang akhirnya kami harus meninggalkan apa yang menjadi kebutuhan dasar kami yaitu tempat tinggal," pungkas AM.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini