Share

Sembelih Hewan Kurban, Anies Baswedan Teringat Ajaran Ayahnya

Nur Khabibi, MNC Portal · Minggu 10 Juli 2022 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 10 338 2627037 sembelih-hewan-kurban-anies-baswedan-teringat-ajaran-ayahnya-t8Rv20x55r.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyembelih hewan kurban (Foto : MPI/PPID Jakarta)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terus melakukan rangkaian acara ibadah Idul Adha 1443 Hijriah. Setelah melakukan Sholat Ied berjamaah di Jakarta International Stadium (JIS), ia melanjutkan meninjau Rumah Potong Hewan (RPH) Dharma Jaya, Cakung.

Setelah itu, ia melakukan penyembelihan seekor sapi di Musala Babul Khoirot di dekat kediamannya, di Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan pada Minggu (10/7/2022) Siang.

“Alhamdulillah selesai salat saya meluncur dulu ke tempat pemotongan hewan di Cakung. Terus setelah itu pulang sama-sama dengan keluarga makan lontong, makanan lebaran seperti biasa. Habis itu keluarga datang kumpul, kemudian saya ke sini. Ini adalah tempat setiap tahun menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di Musala Babul Khoirot. Dan saat ini kita bersama warga ada 9 sapi dan 20 kambing,” kata Anies.

Anies menjelaskan, saat melaksanakan ibadah kurban ia teringat dengan mendiang ayahnya. Ia menyebutkan, teringat ajaran sang ayah tentang cara memotong hewan kurban sehingga hal tersebut menjadi pengalaman yang terus diingat dan konsisten dilakukan.

“Kalau beliau biasanya kambing, bukan sapi. Sesuatu yang menjadi pengalaman unik bagi kita semua pada masa itu. Dan sekarang kita sudah dewasa, kita yang melaksanakan. Jadi pemotongan sapi saya lakukan sendiri. Alhamdulillah lancar, insyaallah hari ini bisa tuntas semua dibagikan kepada yang berhak,” ujarnya.

Pengalaman itu pun ia turunkan kepada anak-anaknya. Saat penyembelihan, ia mengajak anak-anaknya untuk menyaksikan untuk mengajarkan kepada anak-anaknya tentang esensi ibadah kurban.

“Sebagaimana ketika dulu masih kecil oleh orang tua kita diajak untuk proses pemotongan hewan kurban yang disebut sebagai tradisi atau budaya. Itu adalah prosesnya mulai dari pengajaran, lalu dibiasakan sehingga menjadi kebiasaan,” ucapnya.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Kemudian, Gubernur Anies berharap, tradisi ibadah kurban dari keluarga besarnya tersebut dapat dilanjutkan anak cucunya kelak. Menurutnya, untuk menjaga sebuah tradisi diperlukan proses pembiasaan.

“Harapannya dengan anak-anak itu diajak setiap tahun maka mereka mengalami proses pembiasaan. Sehingga kelak, nanti ketika sudah dewasa mereka pun akan terbiasa mendatangi, terlibat langsung, bahkan seperti saya mengalami. Kalau dulu saya nggak dibiasakan, barangkali hari ini kikuk juga. Tapi alhamdulillah dengan ada proses pembiasaan kita merasakan manfaatnya,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini