Share

Kasus Pemerasan di Dukuh Atas, Satu Pelaku Ditangkap Lainnya Masih Buron

Rizky Syahrial, MNC Media · Kamis 14 Juli 2022 10:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 338 2629321 kasus-pemerasan-di-dukuh-atas-satu-pelaku-ditangkap-lainnya-masih-buron-uiqCFnDbZh.jpg Ilustrasi (Foto : iNews)

JAKARTA - Remaja laki-laki berinisial A (13) dan FW (14) jadi korban pemerasan saat nongkrong di Dukuh Atas atau yang kini viral disebut 'SCBD' alias 'Sudirman, Citayam, Bojong Gede dan Depok'.

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Netty menjelaakan, hal tersebut akibat dari banyaknya remaja yang nongkrong di kawasan tersebut. Pihaknya pun telah mengamankan satu pelaku terkait penjambretan ABG tersebut, yakni berinisial NM (28) dan satu lainnya masih dalam pencarian orang (DPO) atau buron.

"Betul, baru satu yang ketangkap," kata Netty saat dihubungi.

Sementara, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin juga turut ikut bicara akan hal ini. Ia akan mengusir ABG yang nongkrong hingga dini hari. "Iya kita pasti usir, dan kita imbau untuk pulang ke rumah masing-masing," kata Komarudin.

Komarudin menjelaskan, adanya kasus pemerasan menjadi peringatan bagi semua pihak. Dia menegaskan kepada masyarakat untuk tidak nongkrong melebihi jam malam.

"Kalau disanksi kayaknya tidak, jadi kita beri imbauan aja, karena ada batasan-batasan aktivitas masyarakat sekitar, ada beberapa tempat yang tidak boleh menjadi tempat berkerumun, seperti Bundaran HI, ini kita imbau untuk tidak lama-lama disana untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan edukasi kepada orang tua untuk lebih memperhatikan anaknya. Peran orang tua dalam hal ini sangat penting untuk pengawasan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Kita akan lakukan hal yang paling utama adalah edukasi, untuk kepada orang tua, soalnya kita lihat cukup banyak anak-anak di bawah umur, kita harapkan pembelajaran terhadap orang tua, dan ikut lakukan pengawasan terhadap anaknya, sehingga remaja tersebut tidak larut dengan aktivitas luar," kata Komarudin.

"Kawasan itu menjadi titik keramaian baru, dengan pembangunan di beberapa titik, membuat akhirnya warga datang ke ibu kota, dengan ini menjadi perhatian kami, menjadikan antisipasi kami. Takutnya menjadi potensi kerawanan baru dari warga sekitar atau masyarakat yang datang dari luar Jakarta, semua kita akan amankan," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini