Share

Urai Macet, Wagub DKI: Aturan Ubah Jam Kerja Tak Bisa Diputuskan Sepihak

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Kamis 21 Juli 2022 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 338 2633740 urai-macet-wagub-dki-aturan-ubah-jam-kerja-tak-bisa-diputuskan-sepihak-0p1x9Rpst9.jpg Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Foto: Refi Sandi)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara seputar wacana aturan keberangkatan jam kerja untuk meminimalisir kemacetan di Ibu Kota. Menurutnya, perlu ada diskusi lebih lanjut antara Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dengan Polda Metro Jaya.

"Usulan itu kan tidak bisa diputuskan secara sepihak oleh Pemprov. Itu kan menyangkut banyak hal, tidak hanya pemerintahan di Pemprov tetapi juga pemerintahan lainnya swasta ini kan kebijakan tidak mudah yang bisa diputuskan sepihak. Ini perlu kerja sama semua. Kebijakan ini juga perlu dukungan Pemerintah Pusat," ucap Ariza kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2022).

"Nanti masalah ini kita diskusikan. Dari Dishub, Polda selalu melakukan evaluasi terkait masalah transportasi, kemacetan di Jakarta," imbuhnya.

BACA JUGA:Kecelakaan Truk Tangki di Cibubur, Lalu Lintas Macet 

Ariza mengatakan, Pemprov DKI terus berupaya menyusun perencanaan yang komprehensif program-program terkait lalu lintas. Ia pun pamer sejumlah pembenahan terkait pembenahan sektor transportasi.

"Terkait pengendalian transportasi Jakarta, lalu lintas, teman-teman lihat berapa peningkatannya, peningkatan sudah lebih dari 1 juta orang yang gunakan Transjakarta dan sebagainya transportasi makin baik, jalur sepeda, kemudian juga trotoar, jalan, jembatan, semua kita perbaiki, integrasi moda transportasi, bahkan juga ticketing, Jaklingko semua semakin baik," tuturnya.

Sebelumnya, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Latif Usman mengatakan, akan siapkan sejumlah program agar dapat mengatasi kemacetan di Jakarta, salah satunya penerapan jam keberangkatan pekerja.

BACA JUGA:Anak Sekolah Kembali Masuk, Jalanan di Cirendeu Macet Parah 

Hal itu dikarenakan supaya tidak menumpuk pada jam yang sama. Usulan ini berangkat dari hasil analisisnya terkait kemacetan Jakarta pada jam rawan pagi hari.

Dari hasil pengamatannya, mobilitas pekerja hingga pelajar berangkat pada jam bersamaan. Hal ini mengakibatkan kemacetan di jalan.

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini