Share

Kasus Anak Dirantai di Bekasi, Polisi Tetapkan Kedua Orangtuanya Sebagai Tersangka

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Sabtu 23 Juli 2022 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 23 338 2634999 kasus-anak-dirantai-di-bekasi-polisi-tetapkan-kedua-orangtuanya-sebagai-tersangka-ftfMad6afm.jpg Polisi tetapkan orangtua sebagai tersangka kasus anak dirantai di Bekasi (Foto: Jonathan Simanjuntak)

BEKASI - Polres Metro Bekasi Kota menetapkan orangtua berinisial P (40) dan A (39) sebagai tersangka penganiayaan dan penalantaran anak. P dan A merupakan orangtua dari R (15) yang dianiaya dengan cara kaki tangannya dirantai di Jatiasih, Kota Bekasi.

“Dari kejadian ini kita bisa mengamankan kedua orang tersangka (P dan A selaku orangtua korban),” ucap Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki dalam konferens pers, Sabtu (23/7/2022).

BACA JUGA:Soroti Anak Dirantai di Bekasi, Jokowi: Jangan Terjadi Lagi! 

Hengki menuturkan, kedua orangtua diduga melakukan penelantaran dan penganiayaan terhadap R. Dari hasil pemeriksaan polisi, tindakan penelantarannya yakni tidak memberikan kesempatan sekolah serta tidak memberikan asupan gizi.

“Tidak pernah sekolah anaknya, salah satunya itu. Sementara dari sisi gizi yang diterima asupannya (anak) sangat memprihatinkan,” ujar Hengki.

BACA JUGA:Hasil Visum Anak Dirantai di Bekasi Ditemukan Luka Lebam, Polisi Akan Gelar Perkara 

Sementara tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan kedua orangtua korban berupa aksi viral yang tersebar di media sosial. Hengki membenarkan adanya tindakan merantai anak untuk membatasi pergerakan anak.

“Ada kekerasan tumpul berupa luka memar pada anggota gerak bagian atas. Sekitar tangan dan kaki,” ucapnya.

Polisi turut mengamankan barang bukti yang diduga digunakan pelaku untuk mengikat anak R. Adapun barang buktinya berupa tali berwarna hitam, rantai beserta gemboknya.

Atas perbuatannya, kedua orangtua dijerat dengan Kita kenakan UU perlindungan anak dimana Pasal 77B jo 76B dan atau Pasal 80 jo Pasal 76C UU 35 Tahun 2014 atas Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” pungkas Hengki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini