Share

CFW di Dukuh Atas Tuai Polemik, Wagub DKI Sarankan Gunakan Plaza Selatan Monas

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Sabtu 23 Juli 2022 21:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 23 338 2635132 cfw-di-dukuh-atas-tuai-polemik-wagub-dki-sarankan-gunakan-plaza-selatan-monas-Zx6byKda8n.jpg Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto: MNC Portal/Refi)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyarankan bocah Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok (SCBD) untuk menggelar Citayam Fashion Week (CFW) di Plaza Selatan Monas, Jakarta Pusat. Namun, Ariza bakal mencarikan tempat yang layak bagi bocah SCBD tersebut.

"Umpamanya bisa saja di selasar selatan (Monas) depan sini, itu kan enak, tempatnya enak, ada tribunnya. Bisa duduk disitu, tidak mengganggu ketertiban umum. Yang jalan yang nyebrang, mobil juga tidak terganggu. Mudah mudahan nanti kita carikan tempat. Prinsipnya kita carikan solusi bagi anak anak," kata Ariza kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (23/7/2022).

Baca juga:  Heboh ABG 'SCBD' Gelar Fashion Week di Sudirman, Pemprov DKI: Perlu Dibina!

Ariza menilai, omongan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin bahwa zebra cross peruntukannya untuk pejalan kaki tidak untuk kegiatan lain.

"Sebagaimana kita ketahui, anak anak kita menggunakan zebra cross, seperti yang sudah disampaikan kapolres, temen-temen dari kepolisian yang zebra cross itu digunakan untuk menyebrang. Tidak boleh untuk kegiatan lain. Begitu juga hal ini tentu kami akan coba tempat yang terbaik untuk anak-anak kita kalau ingin terus melaksanakan fashion week," ujarnya.

 Baca juga: Viral! ABG Citayam Bergelimpangan Tidur di Trotoar Sudirman, Imbas Fenomena 'SCBD'

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin mengatakan, penggunaan zebra cross untuk fashion show ini sudah menyalahi aturan.

 

"Pastinya tidak dong (tidak setuju zebra cross sebagai tempat fashion show)," ujarnya saat dihubungi, Jumat (22/7/2022).

"Zebra cross diperuntukan penyeberang jalan, dan ada aktivitas kendaraan lalu lalang. Sehingga kalau ada aktivitas dengan menggunakan sarana jalan sudah melanggar aturan," sambungnya.

Komarudin menjelaskan pihaknya mendukung kreativitas para remaja tersebut tetapi, tempat yang digunakan tidak sesuai dengan aturan.

"Mungkin kegiatannya bagus sebagai bentuk kreasi anak muda, tapi tempatnya salah, kan bisa cari tempat yang tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan ketertiban umum," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini