Share

Momen Kapolda Metro Maafkan dan Tanya Alasan Pengedit Profilnya, Jawabannya Mengejutkan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 30 Juli 2022 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 338 2639149 momen-kapolda-metro-maafkan-dan-tanya-alasan-pengedit-profilnya-jawabannya-mengejutkan-avcsgTQmMZ.jpg Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (Foto: Sindo)

JAKARTA - Jajaran kepolisian berhasil mengamankan Nyoman Edi (33), pelaku yang mengedit profil Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran di situs Wikipedia. Irjen Fadil Imran langsung menemui Nyoman Edi. Pertemuan Fadil Imran dengan Nyoman Edi berlangsung di sebuah ruangan.

Pertemuan keduanya diabadikan dan diunggah di akun Instagram Kapolda Metro Jaya. Dalam pertemuan tersebut, Fadil sempat mengonfirmasi alasan Nyoman mengedit profilnya di Wikipedia. Nyoman kemudian menjelaskan bahwa ia punya pengalaman buruk dengan polisi.

"Kenapa Man kamu mengedit Wikipedia saya?," Tanya Fadil ke Nyoman.

"Saya punya pengalaman buruk, kurang baik dengan anggota kepolisian," jawab Nyoman.

"Oh begitu ya, jadi punya pengalaman buruk berinteraksi dengan polisi. Begitu melihat ada kejadian, terus kamu tertarik untuk mengedit saya punya profil di Wikipedia itu ya," ujar Fadil.

BACA JUGA:Biodatanya Diedit, Kapolda Metro Tetap Fokus Kerja 

Nyoman yang kini berkerja di trading saham mengaku sebenarnya tidak mengetahui sosok asli Fadil Imran. Ia mengklaim hanya iseng mengedit profil Fadil Imran di Wikipedia.

"Sebelumnya saya tidak tahu persis bagaimana profil dari bapak," kata Nyoman. "(Mengedit) keisengan saja pak," sambungnya.

BACA JUGA:Polri Usut Pengedit Profil Kapolda Metro di Wikipedia 

Fadil Imran kemudian melepas maskernya yang sejak awal digunakan saat berdialog dengan Nyoman. Hal itu dilakukan agar Nyoman bisa melihat sosok asli dari Fadil Imran. Setelah melepas masker, Fadil kembali bertanya soal sosoknya di mata Nyoman.

"Nah, sekarang saya buka masker saya nih Ed. Menurut kamu, saya seperti apa sih sebenarnya?," tanya Fadil.

"Cukup gagah. Cukup berwibawa," sahut Nyoman diselingi tawa.

Fadil lantas menjelaskan bahwa ia sebenarnya tidak masalah diedit profilnya. Hal itu, kata Fadil, menjadi sebuah risiko ketika menduduki jabatan publik.

"Gini Nyoman, saya sebenarnya tidak terlalu peduli dengan editan-editan kamu itu. Bagi saya, itu menjadi risiko sebagai seorang pejabat publik. Ya apalagi dalam tugas-tugas mengungkap sebuah peristiwa ya. Enggak apa-apa, biasa itu," beber Fadil.

Fadil memaafkan perbuatan Nyoman. Ia enggan memperpanjang masalah Nyoman. Kendati demikian, Fadil tetap memberikan nasihat ke Nyoman agar tidak mengulangi perbuatannya. Ia mengingatkan kepada semua pihak, termasuk Nyoman agar bijak dalam berekspresi.

"Tapi enggak usah khawatir, seperti yang saya bilang tadi, saya maafkan. Dan dari awal juga saya enggak mau melaporkan kok. Tidak merasa sakit hati sama sekali dengan editan-editan Nyoman," ungkap Fadil.

"Dan tadi pagi saya dilaporkan, saya bilang, enggak, saya mau ketemu Nyoman saja, saya mau maafkan. Enggak ada masalah buat saya. Saya sudah minta ke penyidik supaya enggak usah diproses hukum," sambungnya.

Fadil kemudian membantu melepas baju tahanan yang dikenakan Nyoman. Nyoman merasa bersalah setelah dimaafkan Fadil. Ia merasa telah salah menilai Fadil Imran.

Sekadar informasi, Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran menjadi korban penyebaran berita bohong alias hoaks. Biodata Fadil Imran di laman Wikipedia diubah oleh orang tak bertanggung jawab.

Orang tak bertanggung jawab menuding Irjen Fadil Imran menerima suap sehingga tak berani secara transparan mengusut kasus tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Seseorang yang menyunting biodata Irjen Pol Fadil Imran kemudian dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan penyebaran berita bohong. Laporan tercatat dengan nomor LP / B / 3806/VII/2022/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 26 Juli 2022.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini