Share

Kuburan Bansos Jokowi Capai Ratusan Ribu Ton, Jenderal Fadil Perintahkan Dirkrimsus Usut Tuntas

Erfan Maaruf, iNews · Selasa 02 Agustus 2022 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 338 2640734 kuburan-bansos-jokowi-capai-ratusan-ribu-ton-jenderal-fadil-perintahkan-dirkrimsus-usut-tuntas-sBT5dDrteC.jpg Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran/ Foto: MNC Portal

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memerintahkan penanganan kasus kuburan beras bantuan sosial (bansos) langsung dilakukan oleh oleh Ditkrimsus Polda Metro Jaya. Perintah tersebut karena beras bansos Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencapai ratusan ribu ton beras.

(Baca juga: JNE Akui Kubur Beras Bansos Jokowi di Depok, Ini Alasannya)

"Pak Kapolda Metro Jaya (Irjen Pol Fadil Imran) memutuskan penanganan dilakukan oleh Ditkrimsus," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Selasa (2/8/2022).

Menurutnya, pertimbangan penanganan lakukan oleh Polda Metro Jaya dan dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Auliansyah Lubis karena objek beras bansos tersebut mencapai ratusan ribuan ton.

"Karena dalam hal ini jumlah beras yang harus disalurkan kepada masyarakat yang harusnya menerima bantuan itu ratusan ribu ton," jelasnya.

Pengungkapan langsung oleh Polda Metro Jaya dilakukan sebagai bentuk keseriusan untuk mengungkap persoalan. Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur pidana atau tidak dalam peristiwa tersebut.

"Apakah betul ada unsur pidananya dan sebagainya sehingga dibentuklah tim yang lebih besar di Polda dengan dipimpin oleh Dirkrimsus," tutupnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya, viral di tengah masyarakat sebuah video timbunan beras ditemukan terkubur di Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Timbunan beras itu merupakan beras bantuan sosial pemerintah.

Pihak kepolisian sendiri sudah memeriksa pihak JNE pusat atas nama Samsul Jamaludin dan pihak Kemensos bernama Mira Riyati Kurniasih. Tak hanya itu, pihak JNE, Kemensos hingga Bulog masih terus akan diperiksa oleh polisi terkait kasus ini.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini