Share

Ubah Nama RSUD di Jakarta Jadi Rumah Sehat, Anies Ingin Gencarkan Sosialisasi

Bachtiar Rojab, MNC Media · Rabu 03 Agustus 2022 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 338 2641169 ubah-nama-rsud-di-jakarta-jadi-rumah-sehat-anies-ingin-gencarkan-sosialiasi-masif-8duGwwbMfK.jpg Anies Baswedan (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI maupun jajaran terkait untuk terus mensosialisasikan perubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh wilayah Ibu Kota menjadi Rumah Sehat.

Anies mengatakan, sosialisasi tersebut sebagai salah satu langkah mengubah perspektif masyarakat mengenai rumah sakit yang kerap menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.

"Tentu akan ada sosialisasi masif, kan ini sudah dicanangkan secara terbuka supaya bagian dari sosialisasi. Saya mengajak teman-teman untuk membantu sosialisasikan, bahwa sekarang kita menggunakan istilah Rumah Sehat, kata kuncinya adalah sehat," ujar Anies di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/8/2022).

Lebih lanjut, Anies menuturkan bahwa perubahan perspektif tersebut seperti mendidik anak saat kecil. Menurutnya, dalam psikologi, ketika meminta anak kecil untuk tidak berlari, maka yang akan diingat oleh anak ialah kata lari, berbeda halnya dengan saat mengingatkan untuk pelan-pelan, maka yang diingat adalah kata pelan.

Baca juga: Anies Baswedan Ubah Nama RSUD Jadi Rumah Sehat, Ini Alasannya

"Itu sederhana nampaknya, tapi itu akan punya makna pemahaman yang mendalam di pribadi dan masyarakat. Jadi kami berharap ini tersosialisasi," paparnya.

Baca juga: Anies Baswedan Canangkan Rumah Sehat untuk Jakarta di RSUD Cengkareng Hari Ini

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Terlebih, kata Anies, dalam Rumah Sehat pihak terkait perlu secara serius memberikan porsi yang cukup untuk kegiatan preventif dan promotif di fasilitasnya. Sehingga, perlu juga diiringi dengan transformasi internal baik fasilitas hard infrastructure maupun soft infrastructure.

"Dalam artian ahli di bidang-bidang yang sifatnya pengobatan, kuratif, rehabilitatif, tapi juga yang sifatnya preventif dan promotif. Itu otomatis, jadi dari nama ini terjemahannya adalah banyak, terutama dua aspek yang tadi," tuturnya.

Baca juga: Ajukan Banding terkait UMP DKI Jakarta 2022, Anies Harap Hakim PTUN Pertimbangkan Keadilan

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini