Share

Geger JNE Kubur Bansos Jokowi, Hotman Paris: Salahnya di Mana!

Yohannes Tobing, Sindonews · Kamis 04 Agustus 2022 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 338 2642099 geger-jne-kubur-bansos-jokowi-hotman-paris-salahnya-di-mana-UjpL9ChgDQ.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Penimbunan bantuan sosial (bansos) Presiden Joko Widodo (Jokowi) di lahan kosong di wilayah Sukmajaya, Kota Depok oleh perusahaan logistik PT Tiki Jalur Nugraha Eka (JNE) memasuki titik terang.

(Baca juga: Terungkap! Pemilih Lahan Kuburan Bansos Jokowi Ternyata Ketua Pemuda Pancasila)

Kuasa Hukum PT JNE Hotman Paris Hutapea membantah adanya penimbunan beras yang dilakukan oleh kliennya. Menurutnya adanya berat tersebut bukan ditimbun melainkan karena rusak akibat cuaca.

Dijelaskan Hotman, kerusakan beras berawal sejak bulan Mei 2020 seberat 3,4 Ton dari 6.199 Ton. Kemudian beras ini sebelumnya juga di simpan di gudang JNE selama satu setengah tahun. Baru kemudian November 2021 Dikuburkan.

"Kenapa dikuburkan? Untuk mencegah ini (beras) disalahgunakan karena sudah busuk nanti menimbulkan masalah. Apalagi ada stempel Banpres, malah nanti JNE yang dituduh,"ujar Hotman di Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022).

Hotman memastikan beras rusak yang dikubur tersebut adalah milik kliennya secara keseluruhan. "Lu punya beras di rumah, kalau lu kubur siapa punya urusan? Siapa peduli? Gak ada hak orang lain?," tegas Hotman.

"Kalau beras yang bagus kamu kuburpun itu urusan kamu. Ini beras sudah rusak punya JNE, salahnya dimana? Ini beras bukan lagi beras bantuan presiden dan sudah menjadi milik JNE," sambungnya.

Selain itu, Hotman menjamin beras yang telah rusak dipesan kembali untuk dibagikan kepada keluarga penerima manfaat. Sementara itu beras yang rusak disimpan digudang.

"Disimpan di gudang selama satu setengah tahun, jadi ini memang langsung rakyat tidak perlu menunggu. Kalau tidak percaya anda bisa melihat ini (menunjukan dokumen masyarakat penerima manfaat),"ucapnya.

Dalam penyaluran bansos ini, Hotman meyakinkan jika seluruh masyarakat penerima manfaat telah menerima bansos presiden tersebut.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Hal ini juga diutarakan VP Quality Asurance and facility Management JNE Samsul Djamaludin. Menurut Samsul dalam proyek distribusi penyaluran bantuan sosial dari presiden untuk keluarga penerima manfaat, pihaknya menggandeng perusahaan yang telah ditentukan dan dipercaya.

"Kami hanya bekerja sama dengan SSI (Store Send E-Logistik Indonesia) jadi hanya ini,"ujarnya.

Samsul juga menambahkan jika beras bansos ini didapat dari Bulog dengan kondisi beras yang sangat bagus untuk dikonsumsi.

"Beras yang kami terima dari Bulog pasti dalam kondisi yang baik. Lalu karena tadi proses transportasi beras terkena hujan, untuk itu disimpan dalam gudang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini