Share

Air Sungai Ciliwung Bisa Dipakai Bahan Baku Minum, Jumlah Flora dan Fauna Bertambah

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Kamis 04 Agustus 2022 21:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 338 2642274 air-sungai-ciliwung-bisa-dipakai-bahan-baku-minum-jumlah-flora-dan-fauna-bertambah-bfoU96c9Mu.JPG Sungai Ciliwung difoto dari Kelapa Dua Depok (Foto: Ist)

JAKARTA - Akademisi sekaligus pemerhati Sungai Ciliwung dan Hutan Kota dari Universitas Indonesia, Rasanto Adi mengungkapkan, kualitas air sungai Ciliwung di beberapa segmen, semakin membaik dan bahkan bisa digunakan sebagai bahan baku air bersih yang dilakukan Perusahaan Air Minum Jakarta Raya (PAM Jaya).

“Khusus pada segmen tengah, di Kantor Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) kondisi air cukup baik, terlihat begitu sehat, menarik, sepanjang tanggul sungai sudah di mural. Banyak kegiatan positif di GCB seperti sekolah sungai, olah sampah di tempat dan musium biota,” ujar Rasanto Adi menjawab pertanyaan media, Kamis (4/8/2022) terkait Hari Sungai yang biasa diperingati 27 Juli.

Menurutnya, ini perkembangan menggembirakan, sebab, secara historis sungai Ciliwung mempunyai sejarah peradaban yang punya peran besar di masa lalu. Keberadaan air di sungai Ciiwung, sejak zaman kolonial dari Sunda Kelapa menuju Bogor sudah dijadikan lalu-lintas pengangkut segala logistik.

Bahkan warga saat itu tinggal di sekitar bantaran sungai sudah memanfaatkan airnya untuk minum dan cuci-mandi.

"Artinya air sungai Ciliwung bukan akhir-akhir ini saja bisa dimanfatkan, namun dalam desakan demografi, pesatnya pertumbuhan segala sektor, maka, perusahaan Air, juga turut memanfaatkanya hingga kini," katanya.

Bahkan, Rasanto Adi mengungkapkan, di ruas Jalan Tegar Beriman, Cibinong Bogor, persis di bawah jembatan, perusahaan air minum (PT.Tirta Khauripan) juga mulai memanfaatkan air sungai sebagai bahan baku air minum.

Terkait kualitas air, kata Rasanto, upaya rekan komunitas & dinas terkait, sudah berupaya cukup maksimal agar air yang mengalir di sungai Ciliwung merupakan sumber kehidupan semua makhluk hidup.

Rasanto juga membenarkan pernyataan Ditjen PPKL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun lalu bahwa kualitas air Ciliwung di beberapa segmen sudah membaik, sebab apa yang disampaikan KLHK sudah melalu verifikasi dan laboratorium yang terakredinasi.

Dikatakan Rasanto, dari hulu hingga-hilir Ciliwung sudah tertata apik. Banyak pecinta/komunitas di setiap segmen mampu melakukan orientasi demi kelestarian flora & fauna.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Meskipun secara umum Sungai Ciliwung memang masih jadi banyak perbincangan, terutama di ibu kota DKI, yang membentang sepanjang 26 km. Namun secara untuh panjang Sungai Ciliwung ada kisaran 126 km, dari titik nol di puncak-menuju muara /laut.

Mengenai dinamika air sungai, menurut Rasanto di kala musim kemarau, Ciliwung airnya jernih, tampak sekali bebatuan di dasarnya. Namun di musim hujan/banjir, tentu dari sub Das/anak sungai membawa material segala macam yang terbawa hingga masuk pada sungai Ciliwung.

"Ini hal lazim, dan tidak perlu dipermasalahkan. Di ruas Lenteng Agung, sungguh luar biasa, di sana sudah berbagai lomba keindahan, menata taman di sepanjang bantaran sungai,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum GCB, Peni Susanti Moerpratomo dalam kaitan Hari Sungai 27 Juli lalu juga mengungkapkan bahwa kualitas atau mutu air sungai Ciliwung kini berada pada level dua, yang bisa menjadi bahan baku air minum. Dengan begitu, munculnya kembali biota/ flora dan fauna Ciliwung, yangg dulu hanya ikan sapu-sapu sekarang sudah ada ikan baung, lobster biru dan lain-lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini