Share

Polisi Cek Tanaman di Kebun Raya Bogor Diduga Bahan Kokain, Ini Hasilnya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Senin 08 Agustus 2022 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 338 2644215 polisi-cek-tanaman-di-kebun-raya-bogor-diduga-bahan-kokain-ini-hasilnya-LXBwtxIcWs.jpg Polisi cek tanaman di Kebon Raya Bogor (Foto: Putra R)

BOGOR - Satnarkoba Polresta Bogor Kota mengecek tanaman di kawasan Kebun Raya Bogor (KRB). Hal itu menyusul pengakuan dari pelaku kasus narkotika yang ditangkap Polda Metro Jaya bahwa mendapatkan biji koka salah satunya dari Kebon Raya Bogor.

Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Agus Susanto mengatakan bahwa hasil pemeriksaan di Kebun Raya Bogor hanya memiliki tanaman Erythroxylum Novogranatense (Amerika Selatan) dan Erythrocylum Cuneatum (lokal Indonesia).

"Masing-masing ada 1 pohon yang merupakan sejenis dengan tanaman Erythrocylum Koka," kata Agus dalam keterangannya, Senin (8/8/2022).

BACA JUGA:Jadi Tersangka Narkoba, Manajer BCL dan Rekannya Terancam 5 Tahun Penjara 

Sejarah pohon tersebut merupakan hasil pertukaran biji antara Kebun Raya Bogor dengan Kebun Raya Kongo Belgia pada tahun 1927. Tahun 1928 biji tersebut ditanam dan tumbuh di Kebun Raya Bogor.

"Tanaman Erythroxylum Novogranatense dan Erythroxylum Cuneatum adalah family dengan tanaman Koka Erythroxylum yang merupakan tanaman berasal dari Amerika Selatan dengan bahan dasar dari kokain. Saat ini, tanaman Erythroxylum Novogranatense di Kebun Raya Bogor dalam keadaan mati diketahui pada tanggal 4 Agustus 2022 oleh pihak BRIN Kebun Raya Bogor. Sedangkan tanaman Erythroxylum Cuneatum masih hidup," jelasnya.

BACA JUGA:Manajer BCL Ditangkap Terkait Narkoba, Polisi Temukan 7 Butir Psikotropika 

Dengan pemeriksaan ini, dapat diketahui bahwa tanaman Koka Erythroxylum yang merupakan penghasil biji koka bahan dasar kokain berasal dari Amerika Selatan tidak ada di Kebun Raya Bogor.

"Yang masih hidup itu yang lokal Indonesia (Erythroxylum Cuneatum) dan itu berbeda sama sekali itu beda. Itu (Erythroxylum Cuneatum) pohonnya gede kalau yang dua jenis pohon ini (Erythroxylum Novogranatense dan Erythrocylum Koka) paling dua meter tingginya tidak bisa tinggi dia tapi yang di Indonesia lokal itu kaya pohon besar aja, tapi itu enggak tidak termasuk dari dalam jenis dari Amerika Selatan itu," tutupnya.

Sebelumnya, pria berinisial SDS (51) ditangkap Subdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya terkait kasus ekspor biji koka alias kokain. Kepada penyidik, SDS mengaku menanam pohon koka sejak 2003 dan memperoleh biji koka dari Kebun Raya Bogor.

"Dari keterangan tersangka bahwa barang bukti tersebut didapatkan dari hasil menanam tanaman koka yang bisa tumbuh besar di rumahnya sejak tahun 2003. Tersangka awalnya bisa menanam pohon koka dari biji koka yang dia dapatkan dari mengambil biji-biji koka dari tanaman pohon koka di area terbuka Kebun Raya Bogor," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 5 Agustus 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini