Share

Kemenag Kabupaten Tangerang Angkat Bicara Usai Insiden Perkelahian Berujung Kematian di Pesantren

Isty Maulidya, Okezone · Senin 08 Agustus 2022 18:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 338 2644221 kemenag-kabupaten-tangerang-angkat-bicara-usai-insiden-perkelahian-berujung-kematian-di-pesantren-mxVH4aVLzZ.jpg Santri yang diduga tewas dianiaya temannya/ Foto: Nandha Aprilia

TANGERANG - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang angkat bicara usai insiden perkelahian yang menyebabkan satu santri di Kabupaten Tangerang meninggal dunia. Pihak Kemenag meminta agar pengurus pesantren meningkatkan pengawasan terhadap kondisi pergaulan di lingkungan ponpes.

 BACA JUGA:Partai Perindo Kota Singkawang Targetkan 4 Kursi Legislatif di Pileg 2024

"Kami tadi sudah ke pesantrennya untuk mendapatkan keterangan langsung dari pihak pesantren. Intinya dari semua keterangan, kami minta agar ustaznya lebih bisa meningkatkan pengawasan," kata Kepala Seksi Pondok Pesantren Kemenag Tangerang, Joni Juhaemin, Senin (8/8/2022).

Tak hanya itu, Kemenag juga meminta agar pengurus pesantren memasang kamera CCTV di setiap lokasi pesantren. Hal ini dimaksudkan agar pihak pesantren mengetahui kejadian di dalam kamar para santri.

 BACA JUGA:Makam Keramat di Joglo Jakbar Jadi Sasaran Aksi Vandalisme

"Tiap kamar itu ada ustaz pengawasnya, jadi selain peningkatan itu, kita juga minta untuk dipasang CCTV agar hal-hal seperti ini bisa diantisipasi," ujarnya.

Sementara itu, sebelumnya diketahui bahwa polisi menemukan sejumlah luka lebam pada tubuh BD (15), seorang santri di salah satu pondok pesantren Desa Jayanti, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

BD ditemukan meninggal dunia di kamarnya usai terlibat perkelahian dengan seorang temannya pada Minggu, 7 Agustus 2022.

Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Zamrul Aini mengatakan bahwa pihaknya tetap menunggu hasil autopsi meskipun di tubuh korban terlihat beberapa luka memar. Pihaknya juga sudah memanggil pelaku dan beberapa saksi untuk pemeriksaan.

"Ada luka lebam, tapi untuk pastinya kita tunggu hasil autopsi. Saksi dan pelaku juga sudah kita amankan, sejauh ini masih kita periksa atas peristiwa itu," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini