Share

Jakarta Diprediksi Tenggelam 2050, Wagub Ariza: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Upaya Kurangi Beban

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Selasa 09 Agustus 2022 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 338 2644662 jakarta-diprediksi-tenggelam-2050-wagub-ariza-pemindahan-ibu-kota-ke-ikn-upaya-kurangi-beban-SRId4mUwAp.jpg Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespon isu perihal Jakarta diprediksi tenggelam pada 2050 mendatang akibat masih tingginya penggunaan air tanah. Ia menilai pemindahan Ibu Kota ke IKN Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sebagai salah satu upaya Pemerintah Pusat mengurangi beban terhadap Jakarta.

"Salah satu tujuannya memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, di antaranya adalah mengurangi beban DKI Jakarta. Termasuk beban adanya penurunan muka air tanah," kata Ariza kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (9/8/2022).

Ariza menambahkan dengan adanya pemindahan Ibu Kota akan diikuti perpindahan warga nantinya. Hal ini akan berpengaruh terhadap penggunaan air tanah yang menjadi penyebab penurunan muka tanah di Jakarta.

"Tentu cukup banyak (pengaruh pemindahan Ibu Kota) karena kan terjadi pergesaran jumlah warga yang ada di JKT ke IKN. Itu terjadi pengurangan," ucap Ariza.

Selanjutnya, sejumlah perkantoran baik pusat maupun swasta nantinya akan pindah juga ke IKN. Hal itu membuat pegawai negeri sipil (PNS) dan warga lainnya yang biasa menggunakan air baik di rumah maupun kantor akan berkurang.

"Perkantoran pusat kan berpindah, Perkantoran pusat kan membutuhkan air yang tidak sedikit selama ini. Warga yang selama ini tinggal di DKI Jakarta yang PNS yang berkantor di jakarta selama ini, tinggal di jakarta, tentu punya pengaruh yang cukup baik," ucapnya.

Lebih lanjut, Politisi Gerindra itu mengatakan dari sisi Pemerintah Provinsi DKI juga disebutnya akan mengupayakan pengurangan penggunaan air tanah. Adapun caranya dengan menambah cakupan layanan air perpipaan lewat BUMD Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya.

"Supaya tidak ada lagi apa namanya penyedotan air tanah melalui pompa-pompa di rumah-rumah, kita upayakan air bersih itu didapatkan melalui PAM Jaya, dan beberapa upaya lainnya," tuturnya.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya Arief Nasrudin menyebut masih tingginya penggunaan air tanah yang cukup besar di Jakarta. Ia memprediksi 90 persen wilayah Jakarta akan tenggelam pada 2050.

"Salah satu hal yang saat ini menjadi tantangan kita bersama, bahwasanya di Provinsi DKI Jakarta isu tentang air minum yang memang masih tingginya pengambilan penggunaan dari air tanah," kata Arief dalam webinar rencana kerja sama pengembangan SPAM di DKI Jakarta, Senin (8/8/2022).

"(Penggunaan air tanah) ini masih sangat besar sekali di Provinsi DKI Jakarta dan memang ini membuat kemudian banyak efek ekologi menjadi salah satu hal mengancam kehidupan di Jakarta," imbuhnya.

Arief menyoroti 90 persen wilayah Jakarta yang akan tenggelam khususnya di bagian Utara pada 2050 mendatang. Sebab permasalahan air tanah tidak segera terselesaikan.

"Ada beberapa isu yang juga menjadi salah satu juga menjadi bagian dari tantangan PAM Jaya, di mana penurunan atas muka dari tanah itu sendiri dilansir oleh BBC di mana Jakarta yang kemudian saat ini akan bisa tenggelam dalam waktu yang tidak lama lagi ketika memang ini terus berlangsung. Dan prediksinya di tahun 2050 diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam karena budaya atau kemudian penggunaan air yang kemudian tidak segera diselesaikan dan terus mengambil air dari tanah yang memang semakin seeking pastinya," papar Arief.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini