Share

Pengakuan Karyawan Situs Judi Online Dipukuli Oknum Aparat: Dipecut Pakai Selang

Yohannes Tobing, Sindonews · Sabtu 13 Agustus 2022 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 338 2647078 pengakuan-karyawan-situs-judi-online-dipukuli-oknum-aparat-dipecut-pakai-selang-ELBNY3uYPj.jpg Jamal, mantan karyawan situs judi online mengaku dipukuli oknum aparat pakai selang (Foto : MPI)

JAKARTA - Mantan karyawan situs judi online bernama Jamal, yang menjadi korban penganiayaan di bekas kantornya di Penjaringan, Jakarta Utara, mengungkapkan ada oknum aparat yang terlibat pemukulan terhadap dirinya

Jamal menceritakan, kejadian yang terjadi sekitar bulan April 2022. Di mana saat itu ada sekira belasan orang yang merupakan rekan kerjanya dan ada juga oknum aparat yang terlibat.

"Setelah diinterogasi bos, baru saya dilemparin lagi ke oknum aparat lainnya untuk dipecutin dan digebukin sama orang-orang sana, di ruangan itu saya dipecutin pakai selang," kata Jamal saat dikonfirmasi Sabtu (13/8/2022).

Menurut Jamal, dirinya di sekap dan dianiaya bahkan disundut rokok karena telah mengambil uang perusahaan senilai Rp13 juta untuk kebutuhan keluarga, termasuk keperluan anak semata wayangnya.

Pengakuan dosa Jamal tak membuat emosi orang-orang di dalam kantor judi online itu mereda. Mereka malah terus-terusan menyiksa Jamal dengan memecutnya menggunakan selang.

Parahnya lagi ada yang menyundutnya dengan rokok. Bahkan mencekokinya dengan obat-obatan, hingga mengaraknya bertelanjang dada berkeliling ruko. Hal inilah yang membuatnya malu.

Tidak terima dengan perlakuan kantor, akhirnya Jamal melapor ke Polres Metro Jakarta Utara pada 16 April 2022. Laporannya tercantum dengan nomor LP/B/289/TV/2022/SPKT/POLRES METRO JAKUT/POLDA METRO JAYA.

"Saya luka-luka di bagian punggung, bagian paha memar-memar, dan saya masalah psikologi dan trauma saya di hari itu sampai sekarang. Sempat meriang, sakit kepala, pusing, tidak bisa tidur," tutupnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Febri Isman Jaya mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa empat orang saksi yang terdiri dari rekan dan keluarga korban.

"Saksi empat orang, nanti kita panggil seorang saksi lagi selanjutnya seperti apa. Yang jelas pasti rekan-rekan korban dan karyawan yang ada di perusahaan itu, termasuk salah satunya istri korban," tuturnya.

Febri memastikan pihaknya telah mendatangi dan melakukan olah TKP di Ruko Toho, wilayah Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Meski belum menetapkan tersangka dari beberapa orang yang dilaporkan korban, Febri menuturkan kasus ini sudah naik tahap penyidikan.

"Pasal yang dikenakan 170 dan 351 KUHP. Yang jelas sudah naik proses sidik, ini kami tangani, sambil menunggu prosesnya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini