Share

5 Fakta Terkini Ibu Naik Mercy Curi Cokelat di Alfamart: Nangis-Nangis Menyesal

Natalia Bulan, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 07:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 338 2648545 5-fakta-terkini-ibu-naik-mercy-curi-cokelat-di-alfamart-nangis-nangis-menyesal-s2omO6XbqE.jpg 5 fakta kasus pencurian cokelat di Alfamart/Tangkapan layar

JAKARTA - Berikut ini adalah 5 fakta terkini kasus seorang ibu yang menaiki mobil Mercy namun mencuri cokelat di Alfamart.

Baru-baru ini pemberitaan tengah diramaikan dengan viralnya kasus seorang perempuan yang kedapatan mencuri cokelat di Alfamart Sampora, Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan, Sabtu (13/8/2022).

Kasus ini kemudian semakin disorot publik pasalnya wanita pencuri cokelat bernama Mariana ini melah menyewa pengacara bernama Haji Amir untuk mengintimidasi karyawan Alfamart yang mengunggah video dirinya saat membawa kabur cokelat tanpa dibayar dengan dalih UU ITE.

Bagaimana fakta-fakta terbaru dari kasus ini? Simak selengkapnya di sini!

1. Alfamart beri perlindungan penuh

Pihak Alfamart membenarkan kejadian tersebut dan memberikan perlindungan penuh untuk karyawannya.

"Karyawan kami menyaksikan kejadian konsumen yang mengambil barang tanpa membayar. Setelah diminta pertanggungjawaban, konsumen tersebut baru membayar cokelat yang telah diambilnya," ujar manajemen Alfamart dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan hasil investigasi karyawan, konsumen itu tak hanya mengambil cokelat, tapi juga beberapa produk lainnya tanpa membayar.

Pihak Alfamart juga menyayangkan adanya tindakan sepihak yang dilakukan konsumen dengan membawa pengacara yang membuat karyawannya tertekan.

"Alfamart sedang melakukan investigasi internal lebih lanjut, dan apabila diperlukan akan mengambil langkah hukum selanjutnya," tulis keterangan itu.

Selain itu, pihak Alfamart juga akan memberikan perlindungan kerja penuh terhadap karyawannya.

2. Kasus berakhir damai

Kasus pencurian cokelat dan produk lainnya ini pun berakhir damai.

Pengacara Alfamart, Frank Hutapea yang merupakan putra dari Hotman Haris Hutapea menegaskan bahwa tidak ada tujuan membuat hidup orang sengsara.

Keputusan damai ini sebelumnya dilakukan mediasi antara terlapor yaitu Mariana dengan pegawai Alfamart bernama Amelia sehingga disepakati bahwa kedua belah pihak mencabut laporannya di Satreskrim Polres Tangerang, Senin (15/8/2022).

"Terima kasih banyak kepada Kapolres Kasat Reskrim yang saya hormati. Dan memang tidak ada tujuan dari kami untuk membuat hidup orang sengsara, tidak ada tujuan dari Mbak Amel atau manajemen Alfamart membuat hidup siapapun sengsara,” kata Frank dalam keterangannya di Polres Tangsel.

Frank juga mengungkapkan bahwa Amelia yang melaporkan Mariana adalah sebuah keinginan untuk dihormati karena sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan standar operasional Alfamart (SOP).

“Jadi kalau karyawan melakukan pekerjaannya tolong dihormati. Bukan hanya di Alfamart, di warteg, di manapun, bakso, Indomie yang di mana ada tempat karyawan tolong dihormati. Ini mungkin mbak ini mewakili karyawan-karyawan lain yang mungkin tidak seberuntung mbak ini. Bisa diliput.”

“Jadi mohon siapapun tolong dihormatinlah karyawan. Alfamart juga nggak mau kok nahan-nahan orang untuk lapor laporin-laporin orang. Cuma kan Alfamart harus bertindak karena Mbak Amel melakukan pekerjaannya sesuai SOP tetapi terjadilah apa yang terjadi,” tegas Frank.

3. Hotman Paris sebut Mariana menangis histeris menyesal

Pengacara kondang Hotman Paris yang ditunjuk sebagai kuasa hukum Alfamart mengungkapkan bahwa Mariana mengaku menyesal setelah kasus ini menjadi viral di media sosial.

Penyesalan Mariana ini setelah Frank Hutapea mendampingi Amelia membuat laporan kepada polisi.

“Ibu itu minta maaf setelah pengacara Frank Hutapea sh LLB (anak hotman paris/ yg pakai Jas) membuat laporan polisi atas nama Alfamart! Ibu itu nangis histeris nyesallll! Janji Hotman bantu karyawan Alfamart sudah terlaksana! Siapa itu yg nangis meraung di Polres?” kata Hotman lewat akun media sosial pribadinya.

4. Mariana memiliki kelainan, bukan ODGJ

AKBP Sarly Sollu menjelaskan bahwa laporan dicabut sehinga tidak dilanjutkan pada proses penegakan hukum.

Salah satu penyebabnya adalah bahwa Mariana memiliki kelainan namun bukan merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Kita ketahui bahwa keterangan daripada keluarganya ataupun suaminya, bahwa memang terlapor Ibu M ini memang sedikit ada kelainan tetapi bukan orang dalam gangguan jiwa. Jadi ada kebiasaan-kebiasaan yang mungkin sedikit unik,” kata Sarly dalam keterangan resminya.

“Nah inilah yang kita secara paham secara logika kita dan sepakat malam ini mereka berdamai dan pihak pelapor akan mencabut laporannya dan tidak melanjutkan dalam proses penegakan hukum,” paparnya.

5. Putri Mariana menyampaikan permintaan maaf

 

Ivana Valenza selaku anak dari Mariana menyampaikan permintaan maaf atas perilaku dari sang ibu.

Hal ini menjadi kegaduhan hingga berujung pada pelaporan kepolisian.

“Selamat malam saya putri dari ibu Maryana mohon memohon maaf kepada seluruh karyawan Alfamart, secara khusus kepada saudarai Amel, mas Arif, danisa dan management Alfamart secara menyeluruh secara spesifik kepada Alfamart Sampora Cisauk,” kata Ivana di Polres Tangsel.

“Saya dengan ini mengakui ibu saya telah melakukan pencurian tiga buah coklat dan dua botol shampo, telah melakukan pengancaman kepada saudari Amelia, saya mohon maaf dengan sangat kepada saudari amalia dan keluarganya,” tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini