Share

Modus Sindikat Pengoplos Gas Elpiji, Polda Metro Jaya: Pindahkan Isi Gas Subsidi ke Non-Subsidi

Achmad Al Fiqri, MNC Portal · Jum'at 02 September 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 338 2659550 modus-sindikat-pengoplos-gas-elpiji-polda-metro-jaya-pindahkan-isi-gas-subsidi-ke-non-subsidi-36PAfPq3pH.jpg Sindikat pengoplos gas elpiji/Achmad Al Fiqri

JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkap modus kasus dugaan metrologi ilegal atau pengoplosan gas elpiji. Dalam perkara itu, polisi telah menangkap 16 pelaku.

Ke-16 tersangka itu ialah ISW, PR, ZA, AS, TAJ, STA, dan IZR yang merupakan pemilik atau dokter.

Kemudian PRT, ADT merupakan pemilik; APD, KHR merupakan dokter; dan karyawan AA, JL, JL, DD, dan HL.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan modus yang dilakukan para pelaku yakni dengan cara memindahkan isi gas subsidi ke non-subsidi.

Dengan begitu, gas non-subsidi dapat dijual dengan harga normal.

"Modus yang digunakan oleh para tersangka adalah mereka memindahkan isi gas elipiji ukuran 3 kg yang merupakan subsidi ke gas elpiji kosong ukuran 12 kg menjadi non-subsidi," ungkap Zulpan saat konfrensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat Jumat (2/9/2022).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Para tersangka, kata Zulpan, memindahkan isi gas tersebut menggunakan pipa regulator yang gelah dimodifikasi.

Selain itu, tersangka juga menggunakan es batu agar isi dari tabung gas elpiji 3 kg tersebut berpindah ke tabung elipiji kosong non-subsidi.

"Kemudian dalam kejahatan yang dilakukan para pelaku adalah mereka menjual harga tabung gas elpiji ukuran 12 kg hasil pemindahan yang dilakukan oleh para tersangka sejumlah Rp160 ribu per tabung," tutur Zulpan.

Sementara, sambungnya, para tersangka membeli tabung gas elpiji subsidi itu sebesar Rp17.500.

"Jadi ini perbedaannya cukup jauh, mereka membeli Rp17.500, kemudian menjualnya seharga Rp160 ribu," terang Zulpan.

"Sehingga mereka mendapatkan keuntungan Rp90 ribu per tabung. Untuk biaya dokter pertabung ini antara Rp10-20 ribu atau rata-rata Rp15 ribu per tabung. Jadi pemilik memiliki selisih keuntungan sebesar Rp75 ribu per tabung gas elpiji untuk ukuran 12 kg," imbuhnya.

Dalam perkara itu, Ditreskrimsus Polsa Metro Jaya berhasil mengamankan barang bukti seperti 127 tabung gas berisi 12 kg, 140 tabung gas 12 kg kosong, 776 tabung gas isi 3 kg, 752 tabung gas kosong 3 kg, 29 selang regulator, 36 alat suntik atau pipa besi, 3 bust alat timbang, 1 buah gunting, 1 buah obeng, 2 buah sarung, 46 kantong plastik segel tabung gas LPG, 2 bungkus seal karet, dan 7 mobil pickup.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini