Share

Kecelakaan Truk di Bekasi, Polisi Belum Validasi Temuan KNKT

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Jum'at 02 September 2022 20:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 338 2659920 kecelakaan-truk-di-bekasi-polisi-belum-validasi-temuan-knkt-B1zlEUeln9.jpg Truk tabrak tower BTS di Bekasi (Foto : Antara)

BEKASI - Polres Metro Bekasi Kota hingga saat ini belum memvalidasi sejumlah temuan atau hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengenai kecelakaan truk trailer di Jalan Sultang Agung, Kota Bekasi yang menewaskan 10 orang.

Meski belum dibenarkan, pihak kepolisian juga tidak membantah temuan itu. Penyelidikan pihak kepolisian hingga saat ini masih dalam tahap kelalaian.

"Kan kita sudah tetapkan sebagai tersangkan terhadap AS (sebelumnya ditulis S) sopir, sudah disampaikan kita menjerat Pasal 310 Ayat 4 UU Nomor 22 tahun 2009," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki di Halaman Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (2/9/2022).

Hengki juga belum membenarkan tentang temuan KNKT yang mendapatkan pengakuan bahwa sopir tidak mengantuk. Meski begitu pihaknya tetap mendalami apakah dugaan kelalaian apakah akan mengarah ke mengantuk atau yang lainnya.

"Saya sampaikan akibat lalainya. Lalai kan banyak, ngantuk, dia sedang nengok ke mana dan lainnya," tutur Hengki.

Terkait dengan dugaan kelebihan muatan, Hengki juga menegaskan pihaknya belum memberikan pernyataan apapun mengenai kelebihan muatan.

"Kata siapa overload? Anda boleh tanya KNKT saya tidak mengatakan ada overload, karena saya belum ada laporan nya. Masih ada pemeriksaan lain," kata dia.

"Ini masih dalam penyelidikan," tukasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan kendaraan truk yang terlibat insiden kecelakaan di Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi hingga menyebabkan tewasnya sepuluh orang layak jalan. Hal ini dinyatakan setelah KNKT melakukan pengecekan daripada kendaraan truk tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan, semua sistem rem bekerja bagus, tidak ada kerusakan sama sekali. Secara keseluruhan layak jalan," kata Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan.

KNKT juga menyatakan truk trailer yang mengalami kecelakaan di Jalan Sultan Agung, Kota Bekasi kelebihan muatan. Kelebihan muatan itu bahkan dikatan hingga 200 persen. "Lebih dari 200 persen (kelebihan muatan)," kata Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan.

Dari hasil pengecekan pada delivery order truk, muatan maksimal yang dapat diangkut truk sebesar 20 ton. Sementara, saat insiden maut terjadi, truk diduga mengangkut muatan seberat 55 ton.

Ahmad menyebut truk memiliki daya motor sebesar 191 Kw. Sesuai dengan perhitungan dalam aturan yang ada, muatan truk yang diperbolehkan hanya yaitu 5,5 dari daya motor, artinya truk seharusnya hanya boleh mengankut beban maksimal 34,72 ton.

"Sementara berdasarkan struk timbangan yg ditemukan kendaraan berat keseluruhan 70,560 ton dengan berat muatan 55,090 ton ini sudah jauh melampaui dari kemampuan mesin," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini