Share

Eks Ketua RT Cabul di Bekasi Hanya Divonis 3 Tahun, Keluarga Korban Keberatan

Jonathan Simanjuntak, MNC Portal · Rabu 07 September 2022 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 338 2662607 eks-ketua-rt-cabul-di-bekasi-hanya-divonis-3-tahun-keluarga-korban-keberatan-JBBePfSJed.jpg Ilustrasi/ Foto: Freepik

BEKASI - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Bekasi pada Rabu (6/9/2022) menjatuhkan vonis tiga tahun penjara terhadap eks ketua RT bernama S (47) yang mencabuli seorang ibu rumah tangga di Kota Bekasi. Pihak keluarga korban keberatan dengan vonis tersebut.

Keberatan ini disampaikan oleh Y (41) selaku suami korban lantaran vonis hakim lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut selama lima tahun. Menurutnya, pertimbangan hakim memutus lebih rendah lantaran alasan pelaku yang berdalih suka sama suka saat melakukan pelecahan tersebut.

"Pembelaannya suka sama suka, dibacakannya (oleh Majelis Hakim) seperti itu," kata Y kepada wartawan, Kamis (7/9/2022).

"Jadi kemungkinan besar pembelaan itu (suka sama suka) diterima sama pihak pengadilan, jadi ya jadi tiga tahun (vonis)," imbuhnya.

 BACA JUGA:Jokowi Ungkap Keputusannya untuk Tak Terapkan Lockdown di RI Merupakan Hasil Semadi

Y pun menegaskan bahwa alasan suka sama suka hanyalaah dalih yang digunakan pelaku untuk mengurangi hukumannya. Pasalnya, pelaku S selain melakukan pelecehan terhadap istrinya, juga melakukan pelecehan terhadap kedua anaknya.

"Harusnya hakim tahu itu kalau bukan istri saya juga yang jadi korban, ada anak-anak saya juga, harusnya itu bukan suka sama suka," jelas dia.

Terlebih, pelaku S juga sempat berdalih alasan suka sama suka juga berlandaskan adanya chat dengan istrinya. Namun ketika dimintai buktinya, pelaku tidak bisa menunjukan bentuk chat apapun.

"Engga bisa, alasannya katanya chatnya sudah dihapus," tuturnya.

Oleh karenanya dia berharap majelis hakim dapat memutus sesuai dengan tuntutan yang dituntut oleh JPU. Mengingat, dalam agenda sidang vonis putusan ini, pelaku melakukan upaya hukum banding.

"Harapan saya mungkin harus bisa sesuai tuntutan jaksa," pungkasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Perlu diketahui, kasus eks Ketua RT cabul ini menguak ketika SA (selaku istri Y) berani bersuara. Saat itu S datang ke kediaman SA untuk mengembalikan piring.

Bermodus menawarkan pijit lantaran mengaku mampu meredam sakit, S pun memijat kaki korban. Namun, S justru langsung melakukan pelecehan terhadap SA dengan paksaan.

 BACA JUGA:Para Pimpinan Agama Terkemuka dari Seluruh Dunia Akan Hadiri Forum R20 di Bali

Belakangan, ternyata terungkap bahwa kedua anaknya yaitu BA (17) dan KM (10) juga menjadi korban. S diketahui pernah menempelkan kemaluan ke pundak dan memeluk anak-anaknya dari belakang.

Pihak keluarga melakukan dua laporan yaitu perbuatan cabul terhadap orang dewasa. Kemudian untuk kasus pelecehan anaknya, dilaporkan atas dugaan cabul anak di bawah umur.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini