Share

Cinta Ditolak Keluarga Janda, Duda Anak 2 Gantung Diri

Ade Suhardi, MNC Portal · Jum'at 09 September 2022 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 338 2664434 cinta-ditolak-keluarga-janda-duda-anak-2-gantung-diri-o5VcdWrYz6.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BEKASI - Seorang Pria berinisial RE (35) yang merupakan duda anak 2 mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamar rumahnya. Hal itu dilakukan lantaran cintanya pada seorang perempuan berinisial DM (38) janda mempunyai anak 2, kandas karena sang pujaan hati menolak untuk dinikahi.

Kapolsek Serang Baru AKP Somantri membenarkan, Pada hari Jumat (9/9/2022) sekitar jam 09.00 WIB, melakukan pengecekan orang meninggal karena gantung diri, di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

"Keduanya bertempat tinggal bersebelahan dalam satu perumahan, keduanya tersebut mempunyai niat untuk menjalin hubungan yang serius yaitu menikah, namun niat tersebut tidak disetujui dan ditolak oleh pihak keluarga dari perempuan DM," kata AKP Somantri, saat dikonfirmasi. Jumat (9/9/2022).

Hingga kemudian, antara korban dan perempuan berdiskusi tentang masalah itu melalui telepon dan dalam percakapan tersebut korban mengatakan kepada perempuan bahwa ia akan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

"Jiika niat tersebut ditolak oleh keluarga perempuan selanjutnya pihak perempuan menggap hanya lelucon namun tanpa disangka korban benar melakukan gantung diri," tuturnya.

Selanjutnya, dijelaskan Somantri, pihak perempuan tersebut menghubungi DD (36) yang merupakan teman dan juga tetangga korban untuk mendobrak rumah korban untuk melihat apakah bener dilakukan atau tidaknya.

"Hingga kemudian kejadian gantung diri tersebut benar terjadi Selanjutnya barang bukti dibawa ke Polsek Serang baru untuk pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, polisi melakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mengamankan barang bukti membuat surat untuk autopsi, dari Hasil olah TKP tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dalam diri korban.

"Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi, keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan dilakukan autopsi karena menganggap ini adalah musibah, dan korban akan langsung dibawa ke daerah kelahiran Kota Semarang," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini