Share

Kota Bogor Kerap Dilanda Banjir Lintasan, Ini Penyebabnya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Selasa 13 September 2022 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 338 2666385 kota-bogor-kerap-dilanda-banjir-lintasan-ini-penyebabnya-hpIahH5qV1.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone)

BOGOR - Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah Kota Bogor kerap dilanda bencana ketika hujan deras yang mulai mengguyur sore hari. Salah satu bencana yang sering terjadi yakni banjir lintasan cukup parah.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Theofilio Patrocinio Freitas mengatakan terdapat beberapa faktor yang membuat banjir lintasan kerap terjadi. Bukan hanya intensitas hujan tinggi, tetapi banyak saluran air atau drainase yang sudah tertutup beton.

"Selain hujan yang deras, faktor lain drainase yang ada tidak nampung. Di depan rumah (drainase) sudah ditutup," kata Theo, Selasa (13/9/2022).

Debit air yang tinggi karena hujan, tidak dapat masuk ke dalam drainase yang sudah tertutup. Sehingga, air dengan bebas mengalir mengikuti kontur jalan.

"Jadi debit air yang tadinya bisa masuk ke drainase akhirnya mengalir bebas mengikuti ruas jalan, terus ke permukiman warga dan lain-lain. Masyarakat berpengaruh ikut juga, ada kontribusi perlakuan masyarakat terhadap drainase itu sendiri," ungkapnya.

Theo menambahkan, adapun salah satu banjir lintasan yang cukup parah terjadi pada Minggu 11 September 2022. Banjir itu terjadi di beberapa titik seperti Cikaret, Mulyaharja dan Pasir Kuda.

"Kemarin itu (Minggu) kalau posisi banjir semua parah mulai dari Cikaret arah Pasir kuda, juga di Mulyaharja. Tapi karena banjir lintasan jadi cepat selesai. Sisanya itu longsor jalan di Cibereum, Mulyaharja, dan longsor di Jembatan I," terangnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Di samping itu, lanjut Theo, terkait dampak kerusakan karena bencana yang terjadi di wilayah Kota Bogor akan dicek oleh unusr terkait. Selanjutnya, akan ditindaklanjuti oleh dinas untuk perbaikan.

"Secara umum informasi data kejadian yang ada dicek ke lokasi sama kita, juga sama kewilayahan, ditindak lanjuti oleh dinas teknis yang menangani bencana. Nanti mereka melakukan verifikasi menghitung kita kira lokasi mana yang butuh cepat ditangani terkait anggaran yang sudah ada dan mana yang butuh biaya tambahan atau BTT. Terburu juga dengan waktu karena waktunya kan mendekati akhir tahun kalau memungkinkan dilakukan sekarang kalau tidak memungkinkan berarti nanti," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini