Share

Gas Klorin PT Pindodeli Bocor, Puluhan Warga Karawang Keracunan

Nila Kusuma, Koran Sindo · Rabu 14 September 2022 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 14 338 2667399 gas-klorin-pt-pindodeli-bocor-puluhan-warga-karawang-keracunan-c5gNnpvY88.jpg Humas Pindodeli 2, Andar Torihoran/ Foto: Tangkapan layar

KARAWANG - Kasus keracunan gas klorin kembali menimpa warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel. Diduga warga keracunan akibat menghirup gas yang bocor dari pabrik coustic soda PT Pindodeli. Puluhan warga dilarikan ke rumah sakit.

 BACA JUGA:Sidang Gugatan Rp15 Miliar Deolipa ke Bharada E Kembali Digelar Hari Ini

Peristiwa keracunan terjadi pukul 07.00 WIB ketika warga akan memulai kegiatan. Tiba-tiba warga di Kampung Cigempol Desa Kutamekar dikejutkan ketika ada warga yang muntah-muntah. Kemudian hal yang sama juga dialami warga lainnya, yaitu muntah dan mata perih.

"Tadinya saya mendengar ada orang berteriak di jalan. Kemudian saya keluar, eh, malah saya ikut mual dan mata perih juga kepala pusing." kata Ade, salah seorang warga, saat di rumah sakit Rosela, Rabu (14/9/2022).

 BACA JUGA:Perintahkan Prajurit Respons Pernyataan Effendi Simbolon, KSAD Dudung: Kita Jangan Jadi Ayam Sayur!

Menurut Ade, bukan hanya dirinya yang keracunan gas klorin dari PT Pindodeli 2, namun puluhan warga lainnya juga keracunan hingga dilarikan ke rumah sakit. Gejala yang dialami warga yang keracunan sama, yaitu kepala pusing, mual, dan mata perih.

"Sebagian dibawa ke klinik desa, namun karena banyak korban akhirnya yang lainnya dibawa ke rumah sakit oleh aparat desa," katanya.

Sementara Humas PT Pindodeli 2, Andar Tarihoran membenarkan adanya peristiwa itu. Dia penyebutan kebocoran terjadi sekitar pukul 07.00 WIB karena adanya pembakaran yang tidak sempurna.

Follow Berita Okezone di Google News

"Ini bukan kebocoran cerobong tapi karena pembakaran yang tidak sempurna. Tapi saya pastikan ini bukan peristiwa yang fatal. Pembakaran yang tidak sempurna membuat gas klorin keluar dari corong pembuangan atas," katanya.

Menurut Andar, korban keracunan sebanyak 41 orang warga desa setempat. Namun tak lama diperiksa oleh tim dokter warga diperbolehkan pulang oleh dokter. "Secara bertahap warga dibolehkan pulang oleh dokter. Yang pasti kami bertanggungjawab atas kejadian ini," kata Andar.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini