Share

Pemkot Jakbar Petakan Daerah Rawan Kebakaran

Dimas Choirul, MNC Media · Jum'at 16 September 2022 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 16 338 2668723 pemkot-jakbar-petakan-daerah-rawan-kebakaran-rvO3srCoFp.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) memetakan wilayah kecamatan dan kelurahan yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Daerah tersebut kerap dilanda kebakaran sebab kondisi wilayah tergolong padat penduduk dan minim lahan terbuka.

"Yang paling sering terjadi sih di hampir seluruh kelurahan di Tambora, lalu Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Semanan dan Duri Selatan," kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Barat, Syarifudin, Jumat (16/9/2022).

Syarifudin menjelaskan, mayoritas bangunan yang kerap terbakar adalah bangunan semi permanen. Meski demikian, Syarifudin belum bisa menyebutkan berapa total kasus kebakaran di wilayah tersebut selama satu tahun terakhir.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran di lokasi tersebut, pihaknya meningkatkan sosialisasi penanggulangan dan pencegahan kebakaran.

Baca juga: Kronologi Kebakaran di Kemendes PDTT Menurut Menteri Halim

"Kita baru (sosialisasi) di tingkat kecamatan, belum sampai ke RT," jelas dia.

Sosialisasi yang dilakukan di antaranya terkait tata cara pemadaman api saat dini hingga pengguna listrik yang tidak menimbulkan kebakaran.

Baca juga: Kebakaran Toko Furnitur di Ciracas, Kerugian Capai Satu Miliar Rupiah

Pihaknya juga mengimbau warga agar tidak membakar sampah di permukiman padat demi menghindari potensi kebakaran.

Syarifudin berharap upaya tersebut dapat berguna untuk menekan angka kebakaran di wilayah rawan tersebut.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyebut 64 RW dari total 2.731 RW berisiko tertinggi terjadi potensi kebakaran.

“Kita sudah lakukan kajian dan hasilnya ada 64 RW yang sangat berisiko tinggi rawan kebakaran dan ada 400 sekian yang rawan kebakaran. Sisanya masih golongan sedang dan menengah,” ujar Satriadi kepada awak media usai melakukan simulasi penanganan kebakaran di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2022).

Dinas Gulkarmat DKI bersama unit Disaster Risk Reduction Center (DRRC) Universitas Indonesia (UI) menganalisi dan memetakan risiko kebakaran di Jakarta.

Dari hasil penelitian itu didapatkan rata-rata nilai risiko kebakaran di DKI Jakarta adalah 48 persen dengan kategori risiko kebakaran sedang. Jakarta Timur memiliki persentase 51 persen dengan kategori kebakaran sedang, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu Utara memiliki persentase 49 persen dengan kategori kebakaran sedang, Jakarta Barat memiliki persentase 48 persen dengan kategori kebakaran sedang, Jakarta Utara memiliki 44 persen dengan kategori kebakaran sedang, serta Kepulauan Seribu Selatan memiliki persentase 38 persen dengan kategori kebakaran ringan.

Satriadi menambahkan tingkatan risiko kebakaran ini ditinjau dari beberapa variabel, seperti ketersediaan pos pemadam hingga adanya relawan kebakaran atau tidak.

“Tersedianya sarana dan prasanarana hidrant kota, APAR-nya, sumber air bagus atau enggak, padat huniannya, punya potensi aktivitas ekonomi ya seperti apa, banyak rumah jadi tempat usaha itu bisa jadi potensi (kebakaran), ada rumusnya, ada kajian akademisnya,” ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini