Share

Pemprov DKI Sebut Tingkat Pencemaran Udara Tertinggi Berada di Jakarta Timur

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Selasa 20 September 2022 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 338 2670952 pemprov-dki-sebut-tingkat-pencemaran-udara-tertinggi-berada-di-jakarta-timur-TTpG1uWbjI.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinasi Lingkungan Hidup (LH) mencatat sejumlah wilayah memiliki indeks pencemaran udara yang buruk. Kepala Dinas LH Asep Kuswanto membeberkan bahwa tingkat pencemaran udara tertinggi berada di wilayah Jakarta Timur.

"Hasil data kita (Jakarta Timur tertinggi polusi udara)," kata Asep kepada awak media di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2022).

Asep menambahkan penyebab Jakarta Timur tertinggi yakni adanya lokasi industri sama halnya seperti di Jakarta Utara. Namun, Ia menyebut Jakarta Timur yang paling buruk terkait kualitas udara saat ini.

"Memang timur itu kan daerah industri selain utara jadi wilayah induustri kita paling banyak di timur selain di utara di utara ada pelabuhan tapi kalau industrinya memang ada di timur sehingga kualitas udara di timur pada saat ini pencemarannya relatif lebih tinggi dengan kota lain di Jakarta," ucapnya.

Lebih lanjut, Asep mengatakan bahwa pencemaran udara selain disebabkan oleh industri, kendaraan bermotor pun turut ikut menyumbang. Ia pun menyoroti kawasan industri yang berada di Jabodetabek penyangga Ibu Kota yang juga menyumbang pencemaran udara.

"Karena memang daerah sana daerah industri kita tidak menutup kemungkinan bahwa sumber pencemar selain kendaraan juga industri. Jadi daerah daerah yang memiliki industri yang banyak pasti berdampak pada kualitas udara. Termasuk daerah penyanggah Jakarta. Daerah daerah sekitar Ibu Kota seperti Bekasi daerah industri, kemudian Tangerang juga daerah industri pasti kualitas udaranya sangat berpengaruh dengan adanya industri," tuturnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) menargetkan polutan berbahaya PM2,5 turun 41 persen pada tahun 2030 mendatang melalui tiga strategi dan 75 rencana aksi pengendalian pencemaran udara Ibu Kota.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"PM2,5 ini menimbulkan dampak kesehatan yang parah baik untuk jangka pendek dan jangka panjang," kata Kepala Dinas LH DKI Asep Kuswanto dalam pemaparan publik di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2022).

Berdasarkan pemaparan Asep, hasil pengukuran dari lima Stasiun Pengukuran Kualitas Udara (SPKU) menunjukkan polutan PM2,5 dan PM10 sudah jauh di atas baku tahunan nasional. Indeks kualitas udara Jakarta dari tahun ke tahun berada pada tingkat rendah dibandingkan daerah lain dengan nilai 53,50 hingga 78,78.

Asep menambahkan ada tiga strategi terkait pengendalian pencemaran udara di Jakarta.

"Kalau strategi tadi sudah dipaparkan ada tiga strategi, pertama tata kelola, kemudian strategi pengendalian pencemaran udara dari sumber bergerak dan tidak bergerak. dan itu totalnya ada 75 rencana aksi, dari 75 itu ada detailnya lagi tapi nanti bisa dilihat di web yg sudah disampaikan tadi, dan mudah-mudahan acara ini bisa memberikan masukan terhadap rencana penyusunan pergub untuk strategi penanganan pencemaran udara," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini