Share

Preman yang Palak Prajurit TNI AL di Bekasi Akhirnya Minta Maaf

Widya Michella, MNC Media · Selasa 20 September 2022 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 338 2671144 preman-yang-palak-prajurit-tni-al-di-bekasi-akhirnya-minta-maaf-VNMl0uNBXP.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

BEKASI - Preman yang palak prajurit TNI AL di Kabupaten Babelan, Bekasi, telah meminta maaf. Dia pun berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

"Saya Hasan Basri, saya memohon minta maaf kepada bapak TNI seluruh dunia terutama Pak Saeful saya mohon maaf sekali lagi dan saya tidak mengulangi lagi," ujar salah satu pelaku melalui video yang diterima MNC Portal dari Kanit Reskrim Polsek Babelan Iptu Witrionaldi, Selasa (20/9/2022).

Selain berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya, dirinya juga mengaku akan mengikuti proses hukum jika kembali didapati melakukan pemalakan.

"Kalau saya mengulangi lagi saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya pada jalur hukum, teman teman saya juga pada mohon maaf kepada bapak TNI seluruh dunia," ujarnya.

Sebagai informasi, video aksi viral pemalakan terhadap prajurit TNI viral di media sosial. Aksi pemalakan disebut-sebut terjadi di Kampung Buni Bhakti, Babelan, Kabupaten Bekasi.

Dalam narasi yang beredar, prajurit TNI sedang berkendara menggunakan mobil bersama teman dan keluarganya. Tiba di lokasi kejadian tepatnya di kolong jembatan tol dekat Perumahan Victoria ada sejumlah preman yang meminta uang sebesar Rp10 ribu untuk bisa melintas.

Belakangan pria berbaju dinas TNI tersebut turun dari mobil dan menghampiri preman itu. Menyadari yang dipalak merupakan anggota TNI, preman tersebut terlihat meminta maaf hingga menciumi tangan anggota TNI.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Babelan Iptu Witrionaldi membenarkan adanya insiden tersebut. Aksi dalam video disebut Witrio terjadi pada Jumat (16/9/2022).

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Adapun pria pemalak yang berhasil dibawa ke Mapolsek Babelan berjumlah lima orang. Mereka pun digiring persis satu hari setelah aksi kejadian.

"Kita amankan lima orang ke kantor," kata Witrionaldi kepada wartawa, Senin.

Meski demikan Witrio mengatakan kasus ini berujung damai. Kedua belah pihak menurutnya sepakat untuk berdamai.

"Sudah (damai), kedua belah pihak sepakat damai, semua sudah dilepaskan," tuturnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini