Share

Saluran Air Abad Ke-18 yang Ditemukan di Proyek MRT Glodok-Kota Panjangnya 400 Meter

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Rabu 21 September 2022 06:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 21 338 2671678 saluran-air-abad-ke-18-yang-ditemukan-di-proyek-mrt-glodok-kota-panjangnya-400-meter-92I1mWzmqI.jpg Saluran air abad ke-18 yang ditemukan di proyek MRT Glodok-Kota memiliki panjang hingga 400 meter. (MNC Portal/Refi Sandi)

JAKARTA - Arkeolog senior Prof Junus Satrio Atmodjo mengatakan, saluran air atau terakota yang dibangun kurang lebih abad ke-18 atau zaman Hindia Belanda di lokasi Proyek MRT CP203 Glodok-Kota memiliki panjang mencapai 400 meter.

Junus mengaku bimbang saat harus membongkar cagar budaya peninggalan kolonial Belanda itu. Namun, Stasiun MRT Kota nantinya berada di lokasi tersebut sehingga perlu dibongkar sebagian dan sisanya akan dipajang di Gallery Stasiun Kota.

"Ini adalah salah satu yang krusial kita menemukan satu struktur sepanjang 400 meter dan itu dari abad 18 yang tidak ditemukan di tempat manapun juga di kota lain di Indonesia. Tetapi harus dibongkar jadi gimana? Tentunya secara arkeologi kita bimbang kita kan biasanya menyelamatkan kenapa tetap membongkar? Tapi kalau membongkar tidak bisa dihindari karena memang harus terbangun stasiun," ujar Junus kepada awak media saat meninjau langsung cagar budaya di lokasi proyek MRT Glodok, Jakarta Barat, Selasa (20/9/2022).

Ia menambahkan, pihak MRT memberikan keleluasaan untuk menghimpun data sebanyak mungkin.

Sementara itu, penemuan benda bersejarah atau artefak itu akan diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) yang memiliki kewenangan.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

"Kalau artefak kita serahkan semua kepada DKI ownernya DKI (Disbud) bukan MRT itu kan projectnya MRT juga bagian dari DKI. Jadi kita harus kepada institusi yang berwenang siapa itu dinas kebudayaan," ujar Junus.

Junua menuturkan pipa saluran itu dibangun dari abad 18, direncanakan 1730 tapi data 1755 itu masih dikerjakan. 1780 masih dikerjakan.

"Jadi prosesnya lama karena bata-batanya didatangkan dari Belanda," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini