Share

Anies Paparkan Capaiannya, Jumlah Pengguna Layanan Transportasi Umum Meningkat Drastis

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 22 September 2022 03:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 338 2672406 anies-paparkan-capaiannya-jumlah-pengguna-layanan-transportasi-umum-meningkat-drastis-ypDpipT0z1.jpg Anies Baswedan. (Foto: Tangkapan layar)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan sejumlah capaiannya dalam mengubah Ibu Kota selama 5 tahun terakhir. Salah satunya jumlah pengguna dan layanan transportasi umum yang meningkat.

Capaian Anies ini diungkapkannya saat mensosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Saat pertama menjabat Gubernur, Anies mengatakan sejumlah persoalan di Jakarta harus diselesaikan, salah satunya transportasi. Apalagi, Jakarta merupakan kota dengan tingkat populasi tinggi.

“Saya ingin garis bawahi saat saya masuk pertama kali di Balai Kota apa tantangan utamanya? Kita punya tantangan utamanya, ada 16 juta motor, ada 3,5 juta mobil, penduduknya 11 juta. Ini catatan di Polda Metro Jaya,” kata Anies dalam keterangannya.

“Kemudian kita juga paling berpolusi walaupun itu bukan dari kita tapi kenyataan itu ada, kemudian tempat yang sering mengalami banjir besar. Dan sebagian dari ini semua makin map disaster bukan sepenuhnya natural disaster,” katanya.

 Baca juga: Anies Baswedan Sampaikan 5 Arahan Pengembangan Kota Jakarta

Oleh karena itu, Anies menegaskan bahwa menyelesaikan persoalan Jakarta jangan symtomatis. Symtomatis artinya bukan mengobati gejalanya, tapi penyakitnya.

“Jadi kalau badan panas karena infeksi jangan dikasi (obat) saja sehingga panasnya turun, tapi infeksinya yang harus disembuhkan, jadi kita melihat apa akar masalahnya,” ucap Anies.

Saat ini, Anies mengatakan telah terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan umum dalam dua tahun terakhir jika dibandingkan dengan tahun 2018. Di mana di tahun 2017 hanya terdapat 144 juta penumpang, lalu meningkat di tahun 2019 menjadi 288 juta penumpang. Sementara jumlah penumpang harian tertinggi terjadi pada 2020 yaitu sebesar 1.006.579 penumpang. 

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

“Kita enggak usah bangga armada nambah, karena punya uang untuk beli itu, kalau penumpangnya naik 3 kali lipat berarti terjadi perubahan perilaku masyarakat yang semula naik kendaraan pribadi menjadi naik kendaraan umum. Ini contoh,” katanya.

Anies mengatakan layanan transportasi melonjak 2 kali lipat hingga 85%, di mana pada tahun 2017 hanya 42%.

“Itu yang menjadi orang mau naik kendaraan umum. TomTom Traffic Index, peringkat kemacetan penurunanan 2017 termacet ke-3, 2021 di (posisi) 46. Dapat Sustainable Transport Award 2021,” kata Anies. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini