Share

Pengaturan Jam Kerja Belum Diterapkan, Polda Metro Tunggu Pemprov DKI Jakarta

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 22 September 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 338 2673096 pengaturan-jam-kerja-belum-diterapkan-polda-metro-tunggu-pemprov-dki-jakarta-seEwPbmsto.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wacana pengaturan jam kerja di wilayah DKI Jakarta hingga saat ini masih belum dapat diterapkan. Hal itu karena saat ini pihak kepolisian masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengatakan, skema pengaturan jam kerja ini pertama kali digagas dalam rangka mengatasi kemacetan yang selalu terjadi di waktu-waktu tertentu. Skema itu belum dapat diterapkan karena menunggu Pemprov DKI.

“Masih menunggu dari Pemprov yang adakan. Sedang dikaji oleh para pakar nanti didiskusikan baru diputuskan kita bersama,” ujar Latif saat ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (22/9/2022).

Sejauh ini, gagasan mengenai pengaturan jam kerja di wilayah DKI Jakarta telah menemui kesepakatan mulai dari pemerintah daerah, kementerian, hingga asosiasi pengusaha.

Lalu pihaknya juga telah melakukan diskusi dan rapat dengan beberapa pihak, bahkan data sudah diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Pemprov DKI Segera Uji Publik soal Pengaturan Jam Kerja

“Setelah itu tentunya bukan kami sebagai penuntut tunggal, tapi kami yang berada di lapangan ingin ini loh data yang ada di lapangan yang bisa saya sampaikan ke mereka,” terang Latif.

Baca juga: Pengaturan Jam Kerja di Jakarta, Pemprov DKI Rancang Uji Publik

Sebelumnya, Latif berharap wacana pengaturan jam kerja dapat segera direalisasikan. Mengingat kemacetan di wilayah DKI Jakarta sudah sampai mencapai 48 persen sehingga sudah sangat tidak sangat nyaman. Terutama, kata dia, pada jam berangkat kerja dari pukul 07.00-09.00 WIB dan dari pukul 14.00-16.00 WIB.

"Kami sangat mendorong secepatnya kan ini kepentingan bersama, dikerjakan bersama, bukan kami yang mengambil keputusan. Mungkin itu bisa melaksanakan untuk mengurangi kepadatan di Jakarta," harap Latif.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Latif mengatakan, penduduk Jakarta sekitar 10 juta dan masyarakat yang masuk ke Jakarta pada siang hari sekitar 3 juta orang. Artinya, kata Latif, ada sekitar 13 juta jiwa yang beraktivitas di Jakarta pada siang hari. Sehingga dengan adanya pembagian jam atau pengaturan jam kerja kemacetan dapat diminimalisir.

"Dengan ada pembagian ini nanti tidak terjadi kekosongan jalur yang ada di tempat tersebut dan ada 18 alteri yang masuk kota Jakarta yang menjadi perhatian kita yaitu, dari Cakung, Kalimalang, Lenteng Agung, sampai Fatmawati, Lebak bulus sampai dengan Daan Mogot," terang Latif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini