Share

Ketika Anies Bacakan Sajak "Rakyat adalah Sumber Kedaulatan" Karya WS Rendra

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Jum'at 23 September 2022 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 338 2673807 ketika-anies-bacakan-sajak-rakyat-adalah-sumber-kedaulatan-karya-ws-rendra-jljImOXRPj.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat membacakan sajak karya WS Rendra di TIM, Jumat (23/9/2022). (MNC Portal/Refi Sandi)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membacakan sajak berjudul "Rakyat adalah Sumber Kedaulatan" karya sastrawan WS Rendra saat pergelaran perdana Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (23/9/2022).

"Rakyat adalah sumber kedaulatan

kekuasaan tanpa rakyat adalah benalu tanpa karisma. Rakyat adalah bumi

politik dan kebudayaan adalah udara

bumi tanpa udara adalah bumi tanpa kehidupan, udara tanpa bumi adalah angkasa hampa belaka," ucap Anies saat membacakan sajak tersebut di atas panggung.

"Wakil rakyat bukanlah abdi kekuasaan

Wakil rakyat adalah abdi para petani

para kuli, para nelayan dan para pekerja

dari seluruh lapisan kehidupan. Wakil rakyat adalah wakil dari sumber kehidupan," tambahnya.

Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia di lokasi, sebelum sesi pembacaan sajak pagelaran diawali dengan seni tari dan musik.

Anies terlebih dulu meninjau Patung Ismail Marzuki yang dibuat dari tanah liat. Terlihat patung Ismail Marzuki berdiri kokoh sambil menggenggam biola dibagian depan kawasan TIM.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Hadir mendampingi Anies di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana, Ketua TP PKK DKI Fery Farhati, Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Propertindo Widi Amanasto.

Selanjutnya Anies mengunjungi galeri seni rupa melihat sejumlah karya seni baik lukis hingga patung. Adapun salah satu karya seni rupa yang dilihat Anies yakni karya Sri Astari Rasjid berupa buku bertuliskan 'Eling' dalam bahasa jawa yang berarti kesadaran dan tasbih bertuliskan 'Ojo Ngawur', 'Ojo Ngeyel', dan 'Ojo Ngapusi'.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini