Share

Polda Metro Pastikan Tak Ada Peretasan Data di Ditreskrimsus

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 24 September 2022 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 338 2673903 polda-metro-pastikan-tak-ada-peretasan-data-di-ditreskrimsus-T7olGFLQw2.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Polda Metro Jaya memastikan tidak ada peretasan atau kebocoran data di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

"Intinya untuk server, data, aplikasi-aplikasi di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya serta sistem keamanan, semuanya hingga saat ini aman," kata kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan dilansir Antara, Sabtu (24/9/2022).

Zulpan juga menambahkan tim khusus Mabes Polri memastikan informasi terkait pembobolan database anggota Polri adalah hoaks.

Meski demikian, penyidik Polda Metro Jaya dipastikan akan tetap menyelidiki dugaan kebocoran data tersebut.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Dedi Prasetyo menyebutkan 26 juta dokumen yang diduga dibocorkan oleh peretas itu adalah data usang berdasarkan hasil penelusuran Tim Siber Polri.

Baca juga: Polda Metro Sebut Informasi Peretasan 26 Juta Data Base Ditkrimsus Hoaks!

"Saya sudah tanyakan. Setelah didalami Tim Siber, itu hoaks. Data pada 2016," kata Dedi.

Selain data usang, dokumen atau data tersebut juga bisa didapatkan dengan mudah di internet.

Baca juga: Polri Pastikan Kabar Tentang 26 Juta Data Polisi Bocor adalah Hoaks

Ia lantas mencontohkan tidak ada keterkaitan antara data yang satu dan yang lainnya, seperti data Polda Kalimantan Tengah tidak nyambung dengan data Polda Metro Jaya.

"Data itu bisa didapat di internet. Datanya dari Polda Kalteng, wis enggak nyambung dengan Polda Metro," kata Dedi.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Meskipun demikian, dugaan kebocoran data tersebut tetap bakal didalami. Pendalaman untuk melacak pelaku penyebarnya, kemudian memproses secara hukum.

"Ya, penyebarnya masih didalami lagi supaya Ditsiber Polda Metro Jaya saja, tidak usah Mabes," kata Dedi.

Sebelumnya beredar berita 26 juta dokumen Polri bocor ke publik. Dokumen tersebut diunggah dalam situs gelap Brached Forum oleh pengguna menamai dirinya Meki.

Dalam unggahannya, dia menuliskan "26 M Database National Police Identity of Indonesia Republic".

Unggahan itu diunggah pada Rabu 21 September 2022 dengan mengklaim punya semua data personel Polri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini