Share

Buntut Rudapaksa Bocah di Bawah Umur, Wagub Ariza: Tempat Prostitusi Akan Kami Tutup Semua

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Minggu 25 September 2022 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 25 338 2674394 buntut-rudapaksa-bocah-di-bawah-umur-wagub-ariza-tempat-prostitusi-akan-kami-tutup-semua-7QFqB7Lsov.jpg Wagub DKI Ariza (Foto: Ist)

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengambil langkah tegas akan menutup semua lokasi prostitusi di Jakarta tanpa terkecuali. Hal itu buntut kejadian rudapaksa bocah 13 tahun di lokasi prostitusi Taman Kota Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara.

"Ya tentu kita tidak memperkenankan adanya prostitusi di Jakarta di bumi Indonesia bahkan di mana saja apalagi terkait anak-anak kita yang masih remaja kita harus jaga. Untuk perbuatan yang tidak diperkenankan, perbuatan yang melanggar," kata Ariza, Minggu (25/9/20220.

"Pasti semua silakan warga masyarakat sampaikan kepada kami apabila mengetahui ada tempat prostitusi di Jakarta akan kami tutup semua. Sampaikan saja kita akan tutup semuanya," imbuhnya.

Ariza menegaskan bahwa penertiban lokasi prostitusi akan dilakukan segera dilakukan dengan melibatkan Satpol PP dan instansi terkait.

"Iya pasti (ditertibkan) sampaikan saja kita pasti segera tutup nanti Satpol PP dan jajaran terkait," tuturnya.

Baca juga: Cegah Kejadian Rudapaksa, Pemprov DKI Bakal Pasang CCTV di Sejumlah Titik Rawan

Sebelumnya, Kapolres Jakarta Utara, Kombes Wibowo menjelaskan tentang kronologi dugaan pemerkosaan yang dialami anak perempuan berusia 13 tahun di Taman Kota Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara. Kejadian itu berawal dari satu pelaku mengajak korban pacaran.

Baca juga: Wagub Ariza Sebut Wacana Pemindahan Lokasi Demo ke Monas Baru Usulan

"Kami akan menjelaskan sekaligus mengklarifikasi terkait adanya berita viral hari ini di salah satu medsos tentang penanganan kasus pencabulan dan atau persetubuhan yang diduga dilakukan oleh anak-anak sebagaimana dimaksud pasal 81 maupun 82 undang-undang sistem perlindungan anak tahun 2017," ujarnya pada wartawan, Sabtu 17 September 2022.

Follow Berita Okezone di Google News

Menurutnya, peristiwa dugaan kasus pencabulan dan atau persetubuhan itu terjadi pada Kamis, 1 September 2022. Kasus itu baru dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara pada Selasa, 6 September 2022 lalu.

Saat menerima laporan tersebut, polisi langsung mengamankan 4 orang terduga pelaku yang masih berusia 12 hingga 13 tahun.

Dia menerangkan, sehari sebelum terjadinya dugaan kasus pencabulan dan atau persetubuhan itu, korban pulang sekolah melewati Taman Kota Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara. Di situ, korban bertemu dengan salah satu Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), yang mana si ABH itu meminta korban menjadi pacarnya meski tak mengenal dan berbeda sekolah dengan korban.

"Karena ini anak sehingga kita sebut ABH yah, pada Kamis, 1 September 2022 itu sepulang sekolah ini lewat TKP lagi, Taman Kota Rawa Malang itu lalu bertemu dengan 4 ABH yang langsung memeluk dan melakukan upaya pemaksaan terhadap korban sehingga terjadilah kasus persetubuhan maupun pencabulan tadi," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini