Share

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2-8 Oktober di Kota dan Kabupaten Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 338 2679152 waspada-potensi-cuaca-ekstrem-2-8-oktober-di-kota-dan-kabupaten-bogor-ahcC0kKWCl.jpg Ilustrasi. (Foto: Antara)

BOGOR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi terjadinya cuaca ekstrem karena peningkatan curah hujan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Potensi cuaca ekstrem mulai 2 hingga 8 Oktober 2022.

"Potensi cuaca ekstremnya meningkat di periode tersebut," kata Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Indra Gustari, Minggu (2/10/2022).

Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas, serta aktifnya fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin. Sehingga, dapat menghasilkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan.

"Berdasarkan kondisi itu BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dapat disertai kilat dan angin kencang termasuk di Kota dan Kabupaten Bogor," jelasnya.

 Baca juga: Gempa di Tapanuli Utara Sebabkan Bangunan dan Jalan Rusak hingga Kios Terbakar

Diharapkan, pihak terkait melakukan persiapan antara lain memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan. Juga penataan lingkungan serta melakukan program penghijauan secara masif.

"Dan melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang," ucap dia.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu, menggencarkan sosialisasi, edukasi dan literasi secara lebih masif untuk meningkatkan pemahaman serta kepedulian terkait pengurangan resiko bencana hidrometeoroligi. Pemerintah daerah pun diminta untuk terus mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait terkait kesiapsiagaan antisipasi bencana.

"Monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari BMKG," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini