Share

Operasi Zebra Jaya, 3.070 Aparat Gabungan Diterjunkan

Erfan Maaruf, iNews · Senin 03 Oktober 2022 09:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 338 2679405 operasi-zebra-jaya-3-070-aparat-gabungan-diterjunkan-fvpxvOrc9R.jpg Ilustrasi (Foto: Sindo)

JAKARTA - Operasi Zebra Jaya mulai digelar hari ini, Senin 3 Oktober 2022. Sebanyak 3.070 personel Polres dan Polda diterjunkan dalam operasi ini.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi mengatakan, Operasi Zebra kali ini akan digelar selama 14 hari mulai tanggal 3-16 Oktober 2022. Operasi akan melibatkan 3.070 personel gabungan.

"Operasi Zebra Jaya Tahun 2022 melibatkan 3.070 personel terdiri dari 1.381 personel Satgasda dan 1.091 Satgasres," kata Firman membacakan sambutan tertulis Fadil pada Apel Kesiapan Operasi Zebra di lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Senin (3/10/2022).

BACA JUGA:Catat! Polres Jakpus Gelar Operasi Zebra di Tiga Titik Ini 

Pada seluruh personel Fadil berpesan agar seluruh anggota yang bertugas dalam Operasi Zebra Jaya melaksanakan tugas ini dengan persuasif humanis dan simpatik dengan sebaik baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.

Menjaga keselamatan pribadi dalam bertugas serta tetap waspada dan terapkan body sistem. "Berikan layanan terbaik masyarakat sebagai ladang ibadah dan ikhtiar kita kepada Allah SWT," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, operasi zebra 2022 bakal digelar lagi mulai 3 sampai 16 Oktober 2022. Dalam operasi Zebra 2022, penegakan hukum secara stasioner ditiadakan.

 BACA JUGA:Operasi Zebra 2022, Polisi Pastikan Semua Pelanggar Ditindak Termasuk Pelat Nomor Khusus

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Latif Usman mengatakan, pihaknya mengutamakan penindakan lewat kamera elektronik alias ETLE terhadap pelanggar lalu lintas.

"Kami tidak ada penindakan hukum secara stasioner gitu. Maskudnya itu menghentikan kemudian memeriksa itu tidak, tapi kalau ada pelanggaran secara kasat mata tentunya kami tetap melakukan penindakan juga," ujarnya, Sabtu 1 Oktober 2022.

Berikut ini adalah 14 sasaran khusus Operasi Zebra Jaya 2022:

1. Melawan arus lalu lintas.

Sebagaimana diatur pada Pasal 287 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal Rp 500 ribu.

2. Berkendara di bawah pengaruh alkohol

Sebagaimana diatur pada Pasal 293 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dijatuhi sanksi denda maksimal Rp 750 ribu.

3. Menggunakan HP saat mengemudi

Sebagaimana diatur dalam Pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal Rp750 ribu.

4. Tidak menggunakan helm SNI

Sebagaimana diatur dalam Pasal 291 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal Rp 250 ribu.

5. Mengemudi kendaraan dengan tidak mengenakan sabuk pengaman.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 289 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal Rp 250 ribu.

6. Melebihi batas kecepatan.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 287 ayat 5 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal Rp 500 ribu.

7. Berkendara di bawah umur, tidak memiliki SIM

Sebagaimana diatur dalam Pasal 281 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal Rp 1 juta.

8. Sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 292 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal Rp 250 ribu.

9. Kendaraan bermotor roda 4 atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan layak jalan.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 286 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal Rp500 ribu.

10. Kendaraan bermotor roda dua dengan perlengkapan yang tidak standar

Sebagaimana diatur dalam Pasal 285 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal Rp250 ribu.

11. Kendaraan bermotor roda dua atau empat yang tidak dilengkapi dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK)

Sebagaimana diatur dalam Pasal 288 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal Rp500 ribu.

12. Pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar marka/bahu jalan

Sebagaimana diatur dalam Pasal 287 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal Rp1 juta.

13. Kendaraan bermotor yang memasang rotator dan sirine yang tidak sesuai peruntukannya khususnya pelat hitam

Sebagaimana diatur dalam Pasal 287 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar dikenakan sanksi denda maksimal kurungan maksimal 1 (satu) bulan dan atau denda Rp250 ribu.

14. Penertiban kendaraan yang memakai plat dinas/rahasia.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini