Share

Polisi Tangkap 4 Pembacok Pelajar di Tambora

Dimas Choirul, MNC Media · Senin 03 Oktober 2022 22:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 03 338 2680038 polisi-tangkap-4-pembacok-pelajar-di-tambora-PYMxM3bwiY.jpg Polisi tangkap pembacok pelajar di Tambora (Foto : MPI)

JAKARTA - Polisi menangkap empat pelajar terkait kasus pembacokan terhadap DF (14) di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Keempatnya kini telah ditahan.

Mereka ditangkap yakni LH (15), RA (14), AFS (14), dan PS (14). Mereka merupakan pelajar SMP yang berasal dari wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

"Dan satu lagi APONG masih dalam pencarian orang (DPO) oleh polisi, juga pelajar SMPN di Penjaringan," kata Kapolsek Tambora Kompol Rosana Albertina Labobar dalam konferensi pers, Senin (3/10/2022).

Ocha, panggilan akrabnya menjelaskan, kejadian tersebut sebelumnya terjadi pada Rabu, 28 September 2022 sekitar jam 12.30 WIB. Para pelaku yang berasal dari dua sekolah berkumpul di lapangan dekat SMPN 21 Penjaringan, kemudian mereka sepakat mencari musuh untuk diajak tawuran.

"Kemudian dengan mengendarai sepeda motor berboncengan. Pelaku PS dibonceng oleh pelaku APONG (DPO) kemudian pelaku RH, pelaku AJS dan RA bertiga naik motor Honda Beat," jelasnya.

Ocha melanjutkan, para pelaku lantas berputar-putar di sekitaran Jalan Bandengan Raya, Jalan Pejagalan, Jalan Jembatan Lima, hingga Jalan Tambora V. Selanjutnya, saat tiba di Gang Daging, para pelaku melihat sekelompok pelajar sedang nongkrong untuk membuat bendera futsal.

"Kemudian tersangka PS, LK dan APONG langsung turun dari motor dengan membawa sebilah celurit mengejar korban DF dan dibacok oleh PS bergantian dengan LK dan APONG yang mengenai punggung belakang korban," ujarnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Melihat korban DF sudah bersimbah darah, para pelaku langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor. Sementara korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Tarakan untuk dilakukan perawatan intensif.

"Korban mengalami luka di punggung akibat benda tajam masih drawat d RS Tarakan," beber Ocha.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan satu bilah clurit berukuran besar dan satu unit sepeda motor yang digunakan korban saat beraksi.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka terancam terjerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana ayat (2e) dengan ancaman hukuman sembilan tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini