Share

Pimpin Apel Keamanan P20, Kapolda Metro Harap Anggota Berkaca Tragedi Kanjuruhan

Erfan Maaruf, iNews · Selasa 04 Oktober 2022 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 338 2680168 pimpin-apel-keamanan-p20-kapolda-metro-harap-anggota-berkaca-tragedi-kanjuruhan-iHlMLiQi5u.jpg Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Polda Metro Jaya menggelar apel keamanan Parlementery Speakers Summit (P20) pada hari ini, Selasa (4/10/2022).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran memimpin langsung apel gelar pasukan P20 itu. Sejumlah rencana aksi pengamanan dalam gelaran tersebut dipersiapkan.

Dalam sambutannya, Fadil mengingatkan mengingatkan anggotanya untuk belajar dari tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Kata dia, dalam melakukan pengamanan polisi juga memahami standar pengamanan.

"Berkaca pada peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang, Jatim memberikan kita turning point untuk melakukan evaluasi terhadap standar sistem pengamanan kita," kata Irjen Fadil di Polda Metro Jaya.

Baca juga: Berkaca Tragedi Kanjuruhan, BNPB: Perlu Pengurangan Risiko Bencana Konsep Lokalitas

Mantan Kapolda Jawa Timur ini meminta anak buahnya untuk mempedomi secara betul tahapan pengamanan tersebut, mulai dari tahap kerumunan, sampai ke tahap berkumpulnya massa yang berpotensi bisa menimbulkan kekacauan.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, Ayah Seorang Korban Sebut Putrinya Sempat Mohon Izin Nonton Arema FC Pertama dan Terakhir

"Oleh sebab itu, pedomi Perkap No 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Polri," kata dia.

Fadil mengatakan bahwa tragedi di Stadion Kanjuruhan membuat semua pandangan masyarakat tertuju ke Polri. Sehingga, dia minta anak buahnya untuk mengedepankan langkah-langkah pencegahan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Fadil meminta anggota yang bertugas di lapangan tidak ada lagi melakukan tindakan diluar dari apa yang menjadi kesepakatan, komitmen, dan arahan.

Dirinya pun berharap anak buahnya untuk menghindari penyelewengan dan penyimpangan selama bertugas. Menurut dia, kegiatan pengamanan harus dilaksankan dengan humanis dan penuh rasa kasih sayang.

"Perkuat tahapan kesiapan dalam berbagai kesempatan. Selalu saya sampaikan filosofi taylor man, filosofi bagaimana kita menjahit baju. Bahwa setiap orang memiliki ukuran yang berbeda, oleh sebab itu setiap langkah pengamanan menyesuaikan dengan ukuran karakteristik dari pengunanya dari situasi. Semua itu dimaksudkan agar pengamanan bisa berlangsung, pengamanan bisa terlaksana dengan maksimal," pungkasnya.

Baca juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, OTK Lempari Pospol dengan Bom Molotov di Makassar

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini