Share

Seminar APPSI, Anies Harap Kerja Sama Antardaerah Tingkatkan Daya Saing UMKM

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Selasa 04 Oktober 2022 12:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 338 2680296 seminar-appsi-anies-harap-kerja-sama-antardaerah-tingkatkan-daya-saing-umkm-WHC0UopD8n.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Dok Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka seminar nasional yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2022).

Seminar tersebut mengusung tema 'Kerja Sama Antardaerah dalam Meningkatkan Daya Saing dan Pemberdayaan UMKM'. Seminar tersebut dilaksanakan untuk memperoleh gambaran model kerja sama kemitraan, dengan UMKM yang telah dilakukan pemerintah daerah; serta merumuskan strategi kerja sama untuk meningkatkan daya saing daerah.

Sebagai Ketua Umum APPSI, Anies menjelaskan tema yang diusung ini sesuai pemahaman bersama bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah selalu dimaknai sebagai upaya untuk menyejahterakan masyarakat. Kondisi ini menjadikan pemerintah daerah (pemda) membawa tugas untuk selalu melakukan program dan tindakan yang akan memajukan daerah dan masyarakatnya.

"Salah satu program tersebut adalah dengan membuka lapangan kerja yang akan menjadi sumber pendapatan yang layak bagi masyarakat. Semoga kita semua dapat saling bertukar pikiran, pengalaman, memperoleh perspektif baru, sekaligus menjadi wadah untuk membangun kerja sama antardaerah dalam meningkatkan daya saing dan kemandirian pangan sekaligus membuat pelaku UMKM semakin berdaya," kata Anies dalam keterangannya.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM pada 2021 mencapai 64,19 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,97 persen atau Rp8.573 triliun. UMKM mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja di Indonesia pada 2020, serta dapat menghimpun 60,4 persen dari total investasi.

Di sisi lain, tingginya jumlah UMKM di Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan serta kondisi pasca pandemi Covid-19 yang telah mengakselerasi transformasi di segala aspek kehidupan.

Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pandemi Covid-19 telah menghantam keras para pelaku UMKM dan berdampak pada penurunan kontribusinya terhadap PDB Indonesia.

Penurunan ini disebabkan oleh beberapa alasan, yaitu;

a. Perubahan pola konsumsi barang dan jasa masyarakat di masa pandemi dari offline ke online.

b. UMKM mengalami permasalahan tenaga kerja terampil.

c. Terhambatnya distribusi produk dan kesulitan bahan baku produksi.

Follow Berita Okezone di Google News

Anies menilai, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, tidak terkecuali di lingkup daerah. Sebab faktanya, peningkatan kapasitas UMKM turut mendorong daya saing daerah sekaligus berperan sebagai penyedia sumber bahan pangan lokal, sehingga mengurangi tingkat ketergantungan impor.

"Dengan adanya hal ini, suatu daerah akan memiliki daya saing yang kompetitif dan pada akhirnya akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi serta pembangunan yang berimbang, adil, serta berkelanjutan. Mari berdiskusi dan bertukar pendapat secara komprehensif mengenai kerja sama antardaerah dalam meningkatkan daya saing dan pemberdayaan UMKM. Sehingga dapat menemukan pemahaman bersama serta tekad yang kuat untuk memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan masyarakat," ucap Anies.

Sebagai informasi, kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria beserta Forkopimda DKI Jakarta, Anggota Dewan Pakar APPSI, Muchlis Hamdi, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Elizabeth Ratu Rante Allo, dan Kepala Biro yang membidangi Pemerintahan/Kerja Sama Daerah/ Otonomi Daerah se-Indnonesia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini