Share

Hujan Deras Mengguyur, 1.252 Rumah di Tangsel Kebanjiran

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 23:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 338 2680763 hujan-deras-mengguyur-1-252-rumah-di-tangsel-kebanjiran-GEruEBrrHJ.jpg Banjir di Tangerang Selatan (Foto : BPBD Tangsel)

JAKARTA - Hujan deras mengguyur dalam durasi yang cukup lama mengguyur hampir seluruh wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Selasa (4/10/2022), sore. Akibatnya, sejumlah daerah dan jalanan di Tangsel dilanda banjir.

Berdasarkan hasil pendataan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada sebanyak 1.252 rumah yang terdampak banjir. Kedalaman banjir berkisar 10 sampai 80 sentimeter (cm).

"Ada sebanyak 1.252 rumah di enam kelurahan yang terkepung banjir," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan resminya.

Adapun, wilayah yang dilanda banjir meliputi Kelurahan Cipayung, Kelurahan Jombang, Kelurahan Pisangan di Kecamatan Ciputat. Kemudian, Kelurahan Rempoa di Kecamatan Ciputat Timur, Kelurahan Kedaung di Kecamatan Pamulang dan Kelurahan Pondok Kacang Timur di Kecamatan Pondok Aren.

BNPB memastikan tidak ada korban jiwa saat banjir melanda Tangsel. Hanya saja, genangan air di beberapa titik jalan sempat membuat kemacetan lalu lintas yang berdampak pada mobilitas umum lainnya. "Saat ini hujan mulai reda dan banjir dilaporkan berangsur surut," ungkapnya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Tangerang Selatan telah melakukan monitoring di sejumlah titik genangan air. Selain monitoring, tim juga melakukan pendataan lebih lanjut dan antisipasi untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekadar informasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca yang menyebut bahwa hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek hingga Jumat, 7 Oktober 2022, mendatang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menyikapi hal itu, BNPB mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat agar tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Terlebih, terhadap daerah yang berpotensi dilanda banjir ataupun longsor.

BNPB meminta agar ada upaya monitoring bantaran sungai dengan susur sungai, normalisasi kali dan kanal serta pembersihan drainase permukiman secara berkala untuk memininalisir potensi bencana susulan yang juga dapat disebabkan oleh kondisi tata ruang lingkungan.

"Apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu," imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini