Share

Survei KPN soal Pj Gubernur DKI, Bahtiar Teratas

Tim Okezone, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 07:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 338 2680822 survei-kpn-soal-pj-gubernur-dki-bahtiar-teratas-eBpUGwiNVj.jpg Dalam survei KPN soal Pj Gubernur DKI Jakarta, nama Bahtiar jadi yang teratas. (Ist)

JAKARTA - Nama Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar, menjadi yang teratas dalam survei mengenai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan hingga 2024. Hal itu sebagaimana hasil survei Kajian Politik Nasional (KPN).

Dari hasil survei tersebut, nama Bahtiar lebih diinginkan masyarakat sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta dengan 38 persen untuk kriteria netral dari kepentingan politik dan netral dari polarisasi politik masa lalu menjadi salah satu pilihan teratas. Disusul Sekda DKI Jakarta Marullah sebanyak 23 persen, lalu Kepala Sekretariat Presiden (KSP) Heru Budi Hartono 7 persen, dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Begitu juga ketika responden mendapat pertanyaan bila diberi suara untuk memilih penjabat, masyarakat masih konsisten menjawab Bahtiar pada posisi teratas dengan persentase 42 persen disusul Marullah 26 persen. Ada pun Heru Budi tetap 7 persen. Sementara sisanya tidak menjawab atau tidak tahu.

Direktur Eksekutif KPN Adib Miftahul menjelaskan, kata kunci dari pilihan masyarakat DKI Jakarta terhadap Pj Gubernur DKI Jakarta adalah netralitas dari kepentingan politik. Ini dengan dibuktikan persentase pilihan hingga 26 persen dan netralisasi dari masa lalu sebanyak 12 persen.

“Dari itulah tergambar Pak Bahtiar itu leading. Karena gambaran politik DKI jelas. Publik DKI tidak menginginkan polarisasi tajam,” ujarnya, Selasa (4/10/2022).

Adib mengatakan, dua nama di luar Bahtiar dianggap reprentasi dari dua kutub berbeda. Heru Budi direpresentasikan perpanjangan tangan pusat, sementara nama Marullah diidentikkan penguasa DKI Jakarta saat ini.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Sementara itu, Komunikolog Politik dan Hukum Nasional dari lembaga Forum Politik Indonesia, Tamil Selvan menjelaskan, hasil survei KPN menunjukkan ada beberapa poin yang bisa dilihat.

“Poin yang pertama adalah antipati masyarakat terhadap politik masih cukup tinggi. Ini dibuktikan bahwa 66 persen tidak tahu kalau Anies akan berakhir Oktober 2022. Ini divalidasi lagi adanya 65 persen masyarakat yang tidak tahu bahwa Anies akan diganti dengan pejabat setingkat Pj Gubernur,” ucapnya.

Kemudian terkait pertanyaan tiga nama yang menjadi kandidat Pj Gubernur DKI, mayoritas emak-emak yang menjadi responden menunjukkan the power of emak-emak masih menjadi kekuatan.

“Ini menjadi note buat kita bahwa yang menjadi kekuatan pada pemilu 2019 dan 2024, emak-emak masih menjadi kekuatan tertentu,” tuturnya.

Hasil survei ini juga katanya menunjukkan masyarakat tidak berafiliasi secara politik dan terikut-ikut politik identitas.

Survei dilakukan pada 20-24 September 2022 dengan populasi survei adalah masyarakat DKI Jakarta. Metode penarikan sampel yakni multistage random sampling dengan jumlah responden 600 responden dengan margin of error +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel error 160 responden wawancara penelitian ini dilakukan melalui sambungan telepon dan pengisian kuesionerdigital kepada responden.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini