Share

Anies Baswedan Sebut Antrean Panjang di Transjakarta Akibat Penerapan Sistem Baru

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 06 Oktober 2022 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 06 338 2681874 anies-baswedan-sebut-antrean-panjang-di-transjakarta-akibat-penerapan-sistem-baru-AThdW2RF71.jpg Anies Baswedan (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut bahwa antrean pengguna Transjakarta yang mengular beberapa hari terakhir akibat adanya sistem baru yang diterapkan moda transportasi tersebut.

Namun, dirinya enggan merinci seperti apa sistem baru yang diterapkan oleh moda transportasi Transjakarta itu.

"Teknis sama direksi aja, jangan sama saya. Pak Yana nanti jawab ya," ujar Anies pada wartawan, Kamis (6/10/2022).

Anies pun menugaskan para direksi Transjakarta menjelaskan persoalan pengguna bus Transjakarta yang mengantre panjang tersebut.

Baca juga: Anies : Progres Pembangunan Ruang Limpah Sungai di Jakarta Baru 70%

Sebelumnya diberitakan, akibat penerapan sistem baru Transjakarta, sejumlah halte Transjakarta mengalami penumpukan penumpang. Penumpang menilai sistem baru tersebut memusingkan.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta, Anang Rizkani Noor menerangkan, pelanggan Transjakarta diharuskan melakukan tempel Kartu Uang Elektronik (KUE) saat naik dan turun bus atau tap in dan tap out. Hal itu seiring dengan pemberlakuan tarif integrasi moda transportasi publik di Jakarta yang berlaku mulai Selasa, 4 Oktober 2022 kemarin.

Baca juga: Pembangunan Ruang Limpah Sungai di Jakarta Merujuk Konsep Pengendalian Air di Singapura dan Belanda

"Apabila pelanggan tidak melakukan tempel kartu baik saat naik/turun, maka konsekuensinya kartu akan terblokir. Pelanggan perlu melakukan atur ulang (reset) dan biaya perjalanan sebelumnya akan dikenakan pada perjalanan berikutnya," paparnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Guna membuka blokir kartu, tambahnya, pelanggan harus mengatur ulang (reset) kartu pada gate yang tersedia di seluruh halte maupun alat tempel kartu (Tap on Bus) yang ada di seluruh armada Non BRT.

Selain itu, pelanggan perlu memiliki saldo minimum senilai Rp5 ribu untuk memanfaatkan layanan Transjakarta.

Jika saldo tidak mencukupi, pelanggan tidak dapat menggunakan layanan Transjakarta kecuali untuk layanan gratis. "Jadi, selalu pastikan pelanggan memiliki saldo minimum sebelum menggunakan layanan Transjakarta dan melakukan tempel kartu saat naik dan turun bus (tap in dan tap out)," katanya.

Baca juga: 10 Hari Jelang Purna-tugas, Wagub DKI Ungkap Rasa Syukur Bisa Dampingi Anies Baswedan

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini